Pekerja migran Taichung pulih dari rusaknya panggul hingga kandung kemih akibat tertimpa

26/02/2026 15:13(Diperbaharui 26/02/2026 15:13)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pekerja migran Vietnam yang cedera parah akibat kecelakaan (kanan) dan dokter Lee
Pekerja migran Vietnam yang cedera parah akibat kecelakaan (kanan) dan dokter Lee's General Hospital Wu Kun-da yang menanganinya. (Sumber Foto : CNA, 26 Februari 2026)

Taichung, 26 Feb. (CNA) Seorang pekerja migran Vietnam telah pulih usai menjalani operasi dan perawatan lanjutan atas hancurnya panggul serta sobeknya rektum dan kandung kemihnya akibat tertimpa karung pasir, kata pihak rumah sakit di Taichung hari Kamis (26/2).

Lee's General Hospital dalam sebuah rilis pers menyatakan bahwa dokter spesialis bedah mereka yang bertugas di Taichung Veterans General Hospital, Wu Kun-da (吳坤達) mengatakan pasien tujuh bulan lalu dibawa ke unit gawat darurat pasca mengalami cedera parah dengan rektum dan kandung kemih yang sobek.

Tim medis bekerja sama selama lebih dari empat jam untuk melakukan laparotomi eksplorasi, kolostomi tipe D-loop, rekonstruksi flap otot-panggung perineum, tahap pertama perbaikan kandung kemih, serta osteosintesis terbuka dengan fiksasi eksternal untuk fraktur pelvis tipe buku terbuka, kata Wu.

Bulan lalu, kata Wu, pasien juga menjalani penutupan operasi anus buatan, sehingga saluran pencernaannya kembali normal. Namun, karena otot dasar panggulnya mengalami kerusakan, tinjanya bisa secara tidak sengaja turut keluar saat ia mengejan kecil ketika buang air kecil, ujarnya.

Oleh karena itu, pasien hanya bisa buang air kecil sambil duduk atau tidak mengejan, sehingga prosesnya agak lama, kata Wu, menambahkan bahwa ia kini menjalani terapi obat sekaligus dibimbing melakukan latihan Kegel untuk melatih otot panggulnya.

Pekerja migran berusia 43 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia datang sendiri dari Vietnam ke Taiwan 16 tahun lalu untuk bekerja, dan setiap bulannya berjuang dan mengirim gaji ke istri dan anak-anaknya di kampung halaman.

Saat mengalami cedera parah tujuh bulan lalu, ia sempat tidak sadarkan diri dan dirawat di instalasi gawat darurat. Berkat perhatian tim medis dan majikannya, kesehatannya perlahan pulih, kata pasien. "Sekarang saya baik-baik saja, rasanya seperti hidup kembali."

Pasien menambahkan bahwa setelah sadar di rumah sakit, ia memberi tahu istri dan anak-anaknya di Vietnam tentang kondisinya melalui telepon. Keluarganya sangat cemas dan ingin segera datang ke Taiwan untuk menjenguk, tetapi karena kendala bahasa, ia bersikeras agar mereka tetap di rumah.

Ia meyakinkan keluarganya bahwa di Taiwan ada tim medis yang baik, sehingga mereka tidak perlu khawatir. Berkat tekadnya yang kuat, ia berusaha mematuhi anjuran dokter, minum obat tepat waktu, dan menjalani rehabilitasi.

Tujuh bulan lalu, ia kehilangan setidaknya 2000 sentimeter kubik (cc) darah dan nyawanya berada dalam bahaya. Kini kondisinya sangat baik, bisa merawat diri sendiri, dan di tempat kerjanya telah mampu mengikuti ritme rekan-rekannya.

Memanfaatkan perayaan Tahun Baru Imlek baru-baru ini, ia pulang ke kampung untuk berkumpul kembali dengan keluarganya. "Saya sangat berterima kasih kepada dokter, karena telah menyelamatkan nyawa saya," ujarnya.

(Oleh Chao Li-yen dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.