Taipei, 13 Apr. (CNA) Ziarah tahunan Baishatun Mazu, salah satu acara keagamaan paling terkenal di Taiwan, berangkat pada Senin (13/4) pagi dari Kabupaten Miaoli, dengan rekor 460.000 umat memulai prosesi delapan hari menuju Kabupaten Yunlin.
Kerumunan mulai berkumpul di Baishatun di Kelurahan Tongxiao sejak Minggu pagi, memenuhi Kuil Gongtian dan jalan-jalan di sekitarnya.
Setelah ritual tradisional "tiga langkah maju, tiga langkah mundur" yang dilakukan para pembawa tandu yang membawa patung Mazu, prosesi berangkat tak lama setelah tengah malam pada tahap pertama perjalanan sejauh 400 kilometer, dengan para peziarah -- banyak yang mengenakan topi oranye khas -- meneriakkan "Mazu, kami mencintaimu."
Seperti biasa, warga dan pelaku usaha diharapkan menyiapkan meja dupa dan menyalakan petasan di sepanjang rute untuk menyambut prosesi.
Untuk pertama kalinya, tiga patung Mazu -- Mazu utama Baishatun, Mazu tuan rumah bergilir, dan Mazu Shanbian -- dibawa dengan tandu ikonik "Mobil Super Merah Muda".
Ziarah ini juga menarik tokoh politik, termasuk Presiden Lai Ching-te (賴清德), yang menghadiri ritual penyucian tandu pada Minggu malam dan membantu mengawal patung Mazu dari altar mereka. Ia juga memanjatkan doa untuk keselamatan para peserta serta untuk perdamaian dan kemakmuran di Taiwan.
Wali Kota Taichung Lu Shiow-yen (盧秀燕), Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安), dan Bupati Miaoli Chung Tung-chin (鍾東錦) juga menghadiri upacara penanda dimulainya ziarah tahunan, yang menurut Chung melampaui politik.
"Hari ini tidak ada politik, hanya agama," ucapnya, seraya menambahkan bahwa ziarah ini membantu mempererat hubungan antar komunitas di sepanjang rute.
Prosesi yang telah menarik rekor 460.000 peserta hingga Senin ini diperkirakan akan tiba pada 16 April di Kuil Beigang Chaotian, di mana ritual "menerima api" akan dilakukan sesaat setelah tengah malam pada 17 April, menurut pengurus kuil.
Para peziarah akan berangkat kembali ke Kuil Gongtian pada 20 April, setelah itu ritual pembakaran dupa akan dilakukan pada 1 Mei, kata para pengurus.
Ziarah Baishatun dikenal karena tidak memiliki rute tetap, dengan arah dan pemberhentian diyakini dipandu kehendak dewi melalui gerakan tandu.
Ditunjuk sebagai aset budaya takbenda Miaoli pada 2008 dan kemudian diakui sebagai adat rakyat yang signifikan secara nasional pada 2010, ziarah Mazu telah menjadi salah satu tradisi keagamaan paling menonjol di Taiwan.
Selesai/JC