Salai pisang Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan karena pemanis buatan

14/04/2026 12:51(Diperbaharui 14/04/2026 12:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 14 Apr. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (14/4) mengumumkan hampir 1 ton salai pisang dari Indonesia telah ditahan di perbatasan karena kandungan pemanis buatan yang tidak sesuai standar Taiwan.

Uji sampel dari sekelompok produk berlabel "香蕉點心(SALE PISANG)" menemukan sakarin berkadar 0,11 gram per kilogram dan asam siklamat 1,19 gram per kilogram, sementara di Taiwan kedua pemanis buatan itu tidak diizinkan dikandung produk semacam ini, menurut TFDA.

Oleh karena itu, kata TFDA, 909 kilogram produk yang diimpor Taiwan Sheba Enterprise Co. dari Isya Food dan diterima untuk pemeriksaan pada 13 Maret itu dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

Menurut situs web TFDA, sejak Juni tahun lalu, ada lima ekspor dari Isya Food yang ditahan di perbatasan, termasuk berbagai olahan bakso goreng yang ditemukan mengandung pengawet yang tidak sesuai standar Taiwan.

Selain salai dari Indonesia ini, TFDA hari Selasa mengumumkan sembilan produk impor lainnya yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk masing-masing dua dari Tailan, Tiongkok, dan Vietnam serta masing-masing satu dari Italia, Mesir, dan Cili.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.