Taipei, 18 Feb. (CNA) Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo menyebut pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan bisa menghubungi pihaknya jika mendapatkan kendala dari pemberi kerja saat hendak menunaikan ibadah puasa Ramadan, disampaikan kepada CNA, Rabu (18/2).
Menurut Arif, hak beribadah pada umumnya diatur dalam kontrak kerja. Menurut dia, dalam perjanjian kerja disebutkan bahwa majikan harus menghormati agama dan kepercayaan PMI, serta memberi kesempatan untuk menjalankan ibadah, termasuk puasa.
Namun, Arif tak memungkiri kalau masih ada majikan belum terlalu memahami soal puasa.
"Teman-teman bisa menyampaikan dengan baik dan sopan. Jelaskan saja kebutuhan selama Ramadan, seperti waktu sahur dan berbuka, sambil tetap menjaga kinerja dan kesehatan," kata Arif.
Ia menyebut jika ada kendala atau kesalahpahaman, teman-teman bisa menghubungi agensi tenaga kerja atau KDEI untuk mendapatkan bantuan atau penjelasan kepada majikan.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan, KDEI pun mengimbau kepada seluruh PMI untuk melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, kedisiplinan, serta tanggung jawab, kata Arif.
"Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, menjaga sikap dan perilaku, serta mempererat ukhuwah dan kebersamaan di antara sesama," kata dia.
Pihaknya juga mengingatkan agar dalam menjalankan ibadah puasa, Muslim yang bekerja di Taiwan untuk tetap menjaga kesehatan, memerhatikan keselamatan kerja, serta tetap melaksanakan kewajiban profesional dengan baik sesuai peraturan yang berlaku di tempat kerja masing-masing.
"Tunjukkan bahwa pekerja migran Indonesia adalah pribadi yang religius, disiplin, dan bertanggung jawab," ucap Arif.
Ia juga mengimbau kepada PMI Muslim memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak doa, membaca Alquran, bersedekah, serta menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga di tanah air.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah puasa di perantauan," kata Arif.
Selesai/JC