Tokyo, 18 Feb. (CNA) Pihak berwenang Jepang hari Rabu (18/2) mengatakan jenazah dua turis Taiwan dan seorang pilot Jepang telah ditemukan di kawah gunung berapi, hampir sebulan setelah sebuah helikopter wisata jatuh saat terbang di atas wilayah barat daya Jepang.
Rekaman drone yang diambil di lokasi menunjukkan tiga jenazah di dekat puing-puing pesawat di dalam kawah Gunung Aso di Prefektur Kumamoto, menurut keterangan polisi dan petugas pemadam kebakaran.
Helikopter tersebut hilang pada 20 Januari saat penerbangan wisata dan kemudian ditemukan di lereng curam di dalam kawah Nakadake No. 1, sekitar 50 meter di bawah bibir kawah.
Pihak berwenang mengatakan kondisi di lokasi membuat kemungkinan bertahan hidup sangat kecil dan pihaknya meniadakan operasi evakuasi berawak karena bahaya ekstrem yang ditimbulkan oleh gas vulkanik, suhu tinggi, dan medan yang tidak stabil.
Setelah diberi penjelasan, keluarga penumpang asal Taiwan setuju untuk menghentikan upaya penyelamatan berisiko tinggi lebih lanjut dan meminta agar keselamatan personel penyelamat dijadikan prioritas utama, kata pejabat.
Pejabat pertolongan memperingatkan bahwa suhu di sepanjang dinding kawah dapat mencapai sekitar 80 derajat Celsius dan konsentrasi tinggi gas vulkanik beracun serta tanah yang gembur secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan sekunder.
Pihak berwenang mengatakan mereka akan menilai apakah puing-puing dan jenazah dapat dievakuasi menggunakan peralatan pengangkat mekanis daripada operasi berawak.
Helikopter tersebut lepas landas sekitar pukul 10.50 pagi dari sebuah fasilitas wisata di Kota Aso untuk penerbangan yang direncanakan selama sepuluh menit dan kehilangan kontak tak lama setelah pukul 11 pagi, menurut pihak berwenang Jepang. Puing-puing ditemukan kemudian pada sore hari selama pencarian udara.
Kantor perwakilan Taiwan di Jepang telah diberitahu dan tetap berkomunikasi dengan pihak berwenang setempat.
Selesai/JC