Perwakilan Taiwan: Tahun Baru Imlek sejalan dengan budaya "silaturahmi" Indonesia

17/02/2026 13:08(Diperbaharui 17/02/2026 13:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Taipei, 17 Feb. (CNA) "Selamat Tahun Baru Imlek," kata Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) Bruce Hung (洪振榮) dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin, menambahkan bahwa perayaan tersebut sejalan dengan "silaturahmi" yang dijunjung di budaya Nusantara.

Dalam video yang diunggah di Facebook TETO pada Jumat (13/2) lalu, Hung, yang mengenakan batik dan duduk di antara bendera Indonesia dan Republik Tiongkok (Taiwan), menyampaikan ucapan dalam tiga bahasa.

Tahun Baru Imlek adalah waktu yang istimewa untuk pembaruan dan kebersamaan, ucapnya. "[Momen] ini mengajak kita untuk menoleh belakang dengan rasa syukur dan melangkah ke depan dengan harapan."

"Tahun Baru Imlek melambangkan awal yang baru, sekaligus menjadi saat-saat yang penting bagi keluarga dan sahabat untuk berkumpul dan berbagi kehangatan," lanjut Hung, yang mulai menjabat sebagai perwakilan Taiwan di Indonesia pada akhir 2024.

"Seiring saya melanjutkan tugas saya di sini. Saya dengan tulus berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kehangatan, persahabatan, dan inklusivitas kalian," ujarnya, menambahkan bahwa hal ini telah menyentuh hatinya.

"Tahun Baru Imlek, seperti nilai 'silaturahmi' yang dijunjung dalam budaya Indonesia, mengingatkan kita untuk menghargai ikatan satu sama lain dan melangkah maju bersama," kata Hung.

Semoga tahun kuda menjadi tahun kemajuan, momentum, dan perubahan baik, kata Hung, sebelum menyampaikan ucapan-ucapan Tahun Baru Imlek khas Tionghoa dan memegang angpao.

Dalam wawancara eksklusif bersama CNA pada Desember tahun lalu, Hung mengatakan bahwa dalam pengembangan hubungan resmi, kerja sama Taiwan–Indonesia terutama berfokus pada bidang ekonomi dan perdagangan.

Kedua pihak saling membutuhkan, dan TETO akan memberikan bantuan semaksimal mungkin bagi pengusaha Taiwan di Indonesia maupun pelaku usaha Indonesia yang ingin berinvestasi di Taiwan, ujarnya.

Hung juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia sangat menantikan kesempatan pergi ke Taiwan, baik untuk belajar maupun bekerja. Masyarakat Taiwan sendiri, menurutnya, memperlakukan pekerja Indonesia dengan sangat baik.

Pada November tahun lalu, TETO dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei juga menandatangani dua nota kesepahaman (MoU), masing-masing untuk promosi perdagangan dan kerja sama halal.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.