Taipei, 16 Feb. (CNA) Serikat pekerja di TaiDoc Technology Corp. hari Senin (16/2) mengatakan mereka akan meluncurkan kampanye mogok kerja untuk menekan produsen alat medis tersebut agar memenuhi tuntutan mereka, termasuk mempekerjakan kembali pengurus serikat yang seluruhnya telah diberhentikan.
Anggota Taidoc Technology Labor Union (TTLU), seluruhnya pekerja migran, dan kelompok buruh meneriakkan slogan-slogan dalam aksi protes yang diadakan di luar Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) di Taipei pada Senin pagi.
Ini menandai protes keempat TTLU di depan MOL, setelah tiga demonstrasi sebelumnya atas apa yang mereka gambarkan sebagai aturan manajemen yang terlalu ketat untuk pekerja migran dan dugaan pemberangusan serikat.
Fang Chang (張仲方), seorang advokat hak-hak buruh yang memandu protes tersebut, mengatakan perusahaan yang berbasis di New Taipei itu memberhentikan semua pengurus TTLU sehari setelah protes ketiga serikat pada Senin lalu terkait pemecatan ketua serikat.
Setelah itu, kata Chang, Ketua TaiDoc Chen Chao-wang (陳朝旺) menawarkan untuk mempekerjakan kembali enam pengurus tersebut dengan syarat mereka keluar dari serikat, tetapi tawaran itu ditolak. Mereka kemudian dipaksa keluar dari asrama mereka pada hari berikutnya.
Ketua TTLU Elizabeth Basas mengatakan kampanye mogok kerja diumumkan di luar MOL pada malam Tahun Baru Imlek untuk menegaskan tekad serikat melanjutkan aksi hingga perselisihan diselesaikan.
"Ini bukan hanya perjuangan untuk uang, tetapi juga perjuangan untuk membela martabat, hak, dan kebebasan kami," ujarnya. Basas dan enam pengurus yang diberhentikan kini tinggal di tempat penampungan yang dikelola LSM hak buruh Serve the People Association (SPA).
Lennon Wang (汪英達), direktur kebijakan pekerja migran SPA sekaligus sekretaris jenderal TTLU, mengatakan serikat kini memiliki sekitar 30 anggota, semuanya pekerja Filipina, seraya menambahkan bahwa mempekerjakan kembali pengurus yang diberhentikan adalah prasyarat untuk negosiasi.
Ia mengatakan waktu pasti mogok kerja belum diputuskan, dengan catatan perusahaan "Pasti akan memecat semua orang yang ikut mogok."
Sebagai tanggapan, MOL mengatakan Undang-Undang Serikat Buruh melindungi hak untuk berserikat baik bagi pekerja lokal maupun migran, dan bahwa pemecatan ketua dan pengurus serikat "Telah secara serius menekan hak pekerja untuk berserikat, dan kementerian tidak akan menoleransi hal ini."
MOL memperingatkan TaiDoc dapat menghadapi denda hingga NT$500.000 (Rp268,330 juta) hingga diumumkan nama wakilnya jika tindakannya terbukti merupakan pemberangusan serikat secara sengaja.
MOL juga menekankan, selama penyelesaian sengketa ketenagakerjaan, perusahaan secara hukum tidak boleh memutus kontrak kerja atau melakukan tindakan yang merugikan pekerja, sehingga TaiDoc terancam denda hingga NT$600.000 jika ditemukan melanggar oleh Pemerintah Kota New Taipei.
Selama sengketa , kuota pekerja migran TaiDoc juga akan dibekukan secara hukum, dan setiap permohonan mereka di masa depan akan diberi tanda khusus dan diperiksa secara ketat, kata kementerian.
TaiDoc kemudian mengatakan kepada CNA bahwa mereka tidak akan menanggapi protes atau tuntutan serikat.
Selesai/IF