Taipei, 16 Feb. (CNA) Seekor hamster peliharaan yang hampir mati setelah berkeliaran di jalanan New Taipei telah pulih dan menemukan rumah baru, mendorong pihak berwenang untuk kembali menegaskan pentingnya kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.
Hamster yang tersesat itu ditemukan di luar ruangan dan dilaporkan oleh perwakilan lingkungan, yang kemudian mengirim hewan lucu tersebut ke Kantor Perlindungan dan Inspeksi Kesehatan Hewan New Taipei pada bulan Desember, kata lembaga tersebut.
Dinamai Molly oleh lembaga tersebut, hewan mungil ini ditemukan mengalami kesulitan bernapas dan tidak bisa membuka matanya, sehingga memerlukan perawatan darurat, kata lembaga itu.
Hasil rontgen menunjukkan adanya sumbatan usus, yang kemungkinan disebabkan oleh hewan kecil itu memakan benda-benda yang tidak dapat dicerna saat berusaha bertahan hidup di luar ruangan, menurut kantor tersebut.
Molly, seekor hamster emas peliharaan, sudah tua dan bisa saja mati jika kondisinya tidak membaik, menurut seorang dokter hewan di lembaga tersebut.
Untungnya, Molly pulih setelah dirawat di rumah sakit dan melanjutkan pengobatan, dan segera menemukan pemilik baru serta rumah permanen sekitar pertengahan Januari, lapor kantor tersebut.
Kasus Molly mencerminkan peningkatan kepemilikan hamster peliharaan dalam beberapa tahun terakhir, karena hewan ini berukuran kecil dan membutuhkan ruang minimal -- tetapi insiden kabur atau ditelantarkan juga meningkat.
Lembaga perlindungan hewan tersebut mengatakan ada sepuluh kasus hewan pengerat peliharaan yang hilang dan ditemukan masyarakat umum yang tercatat tahun lalu di kota itu.
"Hamster peliharaan adalah hewan kecil yang sangat sensitif dan tidak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar ruangan," kata kantor tersebut.
Mereka memiliki kebiasaan menggerogoti yang kuat, dan dapat menggigit hingga keluar dari kandang lama atau kandang yang terbuat dari bahan berkualitas rendah, kata lembaga itu.
Di bawah Undang-Undang Perlindungan Hewan Taiwan, kegagalan menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi hewan-hewan ini dapat dikenai denda hingga NT$15.000 (Rp8 juta), sementara menelantarkan hewan peliharaan dapat dikenai denda hingga NT$150.000.
Selesai/JC