Tersangka dalam ledakan paket di Yilan ditahan tanpa hak akses komunikasi

16/02/2026 14:35(Diperbaharui 16/02/2026 14:35)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Gambar : Pixabay)
Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Gambar : Pixabay)

Taipei, 16 Feb. (CNA) Seorang pria yang diduga melukai dua orang dalam ledakan paket di Taiwan timur laut pada hari Sabtu (14/2) telah ditahan dan tanpa diberi hak akses komunikasi atas tuduhan percobaan pembunuhan.

Pengadilan Distrik Yilan Taiwan menyetujui permintaan jaksa setempat pada Minggu sore untuk menahan pria tersebut, bermarga Wu (吳), dan menahannya secara incommunicado atau tidak boleh berkomunikasi dengan pihak luar karena kekhawatiran ia dapat menghancurkan barang bukti.

Pengadilan mencatat bahwa Wu membantah melakukan kejahatan tersebut, namun mengatakan bukti, termasuk rekaman kamera pengawas dan kesaksian saksi, menunjukkan keterlibatannya.

Wu ditangkap setelah polisi menemukan kawat tembaga, microswitch, dan baterai di kediamannya di Kelurahan Toucheng, Kabupaten Yilan, selama penggerebekan pada Sabtu malam.

Ledakan terjadi sebelumnya pada hari Sabtu di sebuah rumah di Jalan Liming, Kabupaten Yilan, di mana dua bersaudara bermarga Hung (洪), keduanya berusia 70-an, mengalami beberapa luka namun tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Tempat kejadian ledakan. (Sumber Foto : Otoritas setempat)
Tempat kejadian ledakan. (Sumber Foto : Otoritas setempat)

Kepolisian yang menyelidiki kasus tersebut menemukan bahwa Wu terlibat dalam sengketa keuangan sebesar NT$390.000 (Rp209 juta) dengan putra perempuan yang terluka, bermarga Chu (朱) (31).

Meskipun Wu mengajukan gugatan penipuan terhadap Chu pada September 2025, ia kemudian tidak dapat menghubunginya, sesuatu yang menurut polisi mungkin memotivasi serangan tersebut.

Setelah memeriksa Wu dan para saksi pada Minggu, kejaksaan setempat mengatakan Wu diduga melakukan percobaan pembunuhan dan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Senjata Api, Amunisi, dan Pisau, serta meminta persetujuan pengadilan untuk menahannya tanpa akses komunikasi.

(Oleh Worthy Shen, Chao Yen-hsiang, dan Muhammad Irfan) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.