Taipei, 12 Feb. (CNA) Sejumlah imigran baru di Taoyuan menyambut Tahun Baru Imlek lebih awal dengan belajar membuat ronde hingga hiasan kertas, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) selaku penyelenggara acara.
Imigran baru asal Thailand, yang di Taiwan dikenal sebagai Lin Hsiu-wen (林琇文), diundang untuk memperkenalkan tradisi Tahun Baru Imlek di negara ini dan memandu para peserta untuk merasakan pengalaman membuat karya tersebut, kata Kantor Layanan Taoyuan NIA dalam rilis pers, Kamis (12/2).
Lin menyampaikan bahwa menulis dan menempelkan kuplet musim semi serta menggunting karakter "Chun" (春) merupakan tradisi Tahun Baru Imlek.
Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, hampir setiap rumah menempelkan kuplet musim semi yang mengandung makna menolak bala, mengundang keberuntungan, serta meninggalkan yang lama dan menyambut yang baru, ujarnya.
Sebagian orang juga menggunting karakter "Chun" sebagai simbol datangnya musim semi dan harapan akan keberuntungan serta kemakmuran, lalu menempelkannya di jendela atau dinding sebagai hiasan untuk menciptakan suasana perayaan yang kental, tambahnya.
Sementara itu, di Festival Lentera pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek, menyantap onde menjadi salah satu tradisi penting yang melambangkan keharmonisan, kebahagiaan, dan kebersamaan keluarga, kata Lin.
Di akhir kegiatan, di bawah bimbingan Lin, para peserta merasakan pengalaman menggunting karakter "Chun" dan membuat ronde, serta menyatakan perayaan Tahun Baru Imlek di Taiwan terasa hangat dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Taoyuan NIA Huang Ying-kuei (黃英貴) mengingatkan masyarakat yang bepergian ke luar negeri tidak membawa daging babi maupun produk olahannya saat masuk ke Taiwan, serta tidak membawa turun makanan berbahan daging yang disediakan di pesawat atau kapal pesiar.
Pelanggaran berupa membawa produk daging babi ke Taiwan akan dikenai denda paling tinggi sebesar NT$1 juta (Rp535 juta), kata Huang.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberitahukan kepada kerabat dan teman mereka di luar negeri agar tidak mengirimkan makanan yang mengandung daging atau barang lain yang wajib melalui karantina ke Taiwan melalui jasa ekspres atau paket pos.
Jika produk daging babi dikirim melalui pos dari negara atau wilayah yang terjangkit Demam Babi Afrika, penerima paket dapat dikenai denda maksimal NT$1 juta, kata Huang.
Selesai/ja