Nilai ujian masuk universitas Taiwan sejumlah pelajar dipotong akibat penerjemah hingga gambar

12/02/2026 17:10(Diperbaharui 12/02/2026 17:10)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Sebuah kertas ujian yang dicoret-coret dengan tanda-tanda yang tidak relevan. (Sumber Foto : CNA, 10 Februari 2026)
Sebuah kertas ujian yang dicoret-coret dengan tanda-tanda yang tidak relevan. (Sumber Foto : CNA, 10 Februari 2026)

Taipei, 12 Feb. (CNA) Pusat Ujian Masuk Perguruan Tinggi (CEEC) hari Selasa (10/2) melaporkan pelanggaran aturan oleh pelajar selama ujian masuk universitas tahunan di Taiwan, termasuk satu individu yang perangkat penerjemahnya ditemukan ketika mengeluarkan suara dalam ujian bahasa Inggris.

Tes Kemampuan Akademik Umum (GSAT), ujian masuk universitas tahunan Taiwan untuk pelajar sekolah menengah atas, diadakan pada 17-19 Januari.

Ujian tersebut mencakup lima mata pelajaran: Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Sosial, dan Sains, dengan setiap mata pelajaran dinilai dalam skala 0-15.

CEEC mencatat 562 pelanggaran aturan tahun ini, yang mengakibatkan berbagai hukuman.

Pelanggaran yang paling umum adalah lupa membawa sertifikat yang diperlukan, dengan 252 kasus. Tujuh puluh tiga pelajar ditemukan membawa ponsel setelah ujian dimulai, dan 58 pelajar tetap menulis setelah waktu habis.

Dalam satu insiden, sebuah perangkat penerjemah membacakan beberapa kalimat berbahasa Inggris dengan suara keras selama ujian bahasa Inggris. Pelajar yang menyembunyikan perangkat tersebut di bawah kakinya mengklaim bahwa ia tidak menggunakan perangkat itu. Namun, CEEC tetap membatalkan hasil ujiannya.

Selama ujian Matematika B, seorang pelajar lain menggunakan obat tetes mata.

Karena obat tetes mata dianggap sebagai "barang pribadi lainnya", CEEC tidak mengurangi poin tetapi mengatakan mungkin akan mempertimbangkan untuk mengaturnya sebagai obat, yang dilarang dalam peraturan ujian, di masa depan.

Pelajar lain membawa maskot Rakuten Monkeys, sebuah tim di Chinese Professional Baseball League, ke dalam ujian. Pelajar tersebut dikurangi dua poin karena membawa barang terlarang.

Kasus terpisah melibatkan seorang pelajar yang datang ke ujian Bahasa Inggris terlambat 21 menit, pada pukul 09.41. Meskipun telah diberitahu oleh dua pengawas bahwa ia telah melewati batas keterlambatan 20 menit, pelajar tersebut tetap masuk dan mengikuti ujian.

Para pengawas mengizinkannya menyelesaikan ujian untuk menghindari mengganggu peserta ujian lain, tetapi memperingatkan bahwa kelayakannya bisa dibatalkan. CEEC kemudian memutuskan untuk mencabut kelayakannya.

CEEC melaporkan 931 pelanggaran lembar jawaban tahun ini, termasuk seorang pelajar yang menggambar emoji di antara struktur molekul.

Aturan menyatakan bahwa tulisan atau simbol apa pun yang tidak terkait dengan ujian, selain tanda tangan di kotak tanda tangan, akan dikenakan pengurangan satu poin per lembar.

(Oleh Hsu Chih-wei, Lee Chieh-yu, dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.