Taipei, 12 Feb. (CNA) Sepuluh legislator dari dua partai politik utama Taiwan dituntut pada Kamis (12/2) atas dugaan menyebabkan cedera fisik dan pelanggaran lainnya selama serangkaian perkelahian di dalam ruang sidang Yuan Legislatif (Parlemen) dan rapat komitenya pada 2024 dan 2025.
Legislator Hsieh Lung-chieh (謝龍介), Liao Wei-hsiang (廖偉翔), Chiu Cheng-chun (邱鎮軍), Huang Chien-hao (黃健豪), Huang Jen (黃仁), Wang Hung-wei (王鴻薇), dan Chen Yu-jen (陳玉珍) dari Kuomintang (KMT), serta Lin Shu-fen (林淑芬), Lin Chu-yin (林楚茵), dan Ker Chien-ming (柯建銘) dari Partai Progresif Demokratik (DPP) dituntut setelah penyidikan atas pengaduan pidana, kata Kantor Kejaksaan Distrik Taipei.
Empat legislator lain yang disebutkan dalam pengaduan tidak dituntut karena kurangnya bukti, kata jaksa.
Menurut tuntutan, perkelahian pertama dan terbesar pecah pada 17 Mei 2024, dalam debat revisi Undang-Undang tentang Kewenangan Parlemen.
Pada saat itu, Legislator DPP Chiu Chih-wei (邱志偉) menuduh bahwa selama keributan untuk menduduki mimbar ketua, tiga legislator KMT -- Liao, Chiu Cheng-chun dan Huang Chien-hao -- mendorongnya jatuh ke bagian bawah ruang sidang.
Saat Chiu mencoba meraih meja untuk mencegah dirinya jatuh, Hsieh Lung-chieh menyeretnya ke lantai dengan kepala terlebih dahulu, sehingga ia mengalami gegar otak dan luka luar di kepala, kata Chiu.
Keempat legislator KMT tersebut dituntut karena melakukan kekerasan terhadap Chiu, begitu juga Huang Jen dari KMT, atas insiden dorong serupa yang menyebabkan Kuo Kuo-wen (郭國文) dari DPP mengalami patah tulang ekor.
Chiu Cheng-chun juga dituntut atas perkelahian kedua di hari yang sama, di mana ia menarik pakaian Legislator DPP Puma Shen (沈伯洋) dan melemparkannya ke lantai dengan kepala terlebih dahulu, yang mengakibatkan gegar otak, kata kejaksaan.
Dalam debat pada undang-undang yang sama sepekan kemudian, yang juga berubah menjadi konflik fisik, Legislator DPP Lin Shu-fen diketahui telah meninju wajah Mai Yu-chen (麥玉珍) dari Partai Rakyat Taiwan (TPP).
Atas dasar itu, Lin juga dituntut karena menyebabkan cedera fisik, kata kejaksaan.
Undang-undang lain, perkelahian lain
Menurut tuntutan, Legislator Lin Chu-yin dari DPP dan Wang Hung-wei dari KMT dituntut karena saling menampar dan menendang saat mereka berebut kursi ketua dalam sidang komite pada 8 Juli 2024 terkait revisi Undang-Undang Pemilihan dan Pemakzulan Pejabat Publik.
Pada 6 Desember 2024, langkah KMT untuk memasukkan rancangan undang-undang yang sama ke dalam agenda Parlemen tanpa peringatan sebelumnya memicu upaya lain dari DPP untuk menghentikan sidang dengan menduduki kursi ketua.
Selama keributan yang terjadi, Legislator KMT Chen Yu-chen diketahui memeluk erat Lin Yue-chin (林月琴) dari DPP, membawanya turun dari mimbar, lalu melemparkannya ke lantai dan menendangnya, kata kejaksaan.
Chen juga dituntut karena menyebabkan cedera fisik.
Dalam insiden terakhir pada 25 Maret 2025, pemimpin Fraksi Parlemen DPP Ker Chien-ming menjadi kesal dengan dua proposal referendum yang diinisiasi KMT yang dimasukkan ke dalam agenda.
Saat DPP memprotes jalannya sidang, Ker membanting tongkat retractable-nya dua kali ke meja di mimbar ketua, menyebabkan bagian bawah tongkat itu terlepas dan mengenai lengan Hsu Chiao-hsin (徐巧芯) dari KMT, menurut dakwaan.
Namun, kejaksaan mengatakan mereka tidak menemukan bukti bahwa Ker bermaksud memukul Hsu, sehingga ia hanya dituntut karena kelalaian yang menyebabkan cedera fisik.
Selama penyidikan, kata kejaksaan, beberapa tersangka berargumen bahwa tindakan mereka termasuk dalam kekebalan berbicara yang diberikan kepada para legislator berdasarkan Interpretasi Mahkamah Konstitusi No. 435.
Namun, kejaksaan akhirnya memutuskan bahwa tindakan fisik yang disengaja tersebut tidak terkait dengan pelaksanaan kekuasaan resmi, sehingga tidak mendapat perlindungan konstitusional, kata tuntutan.
Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan, menyebabkan cedera fisik dapat dihukum hingga lima tahun penjara, atau denda hingga NT$500.000 (Rp267,939 juta). Kelalaian yang menyebabkan cedera dapat dihukum maksimal satu tahun penjara atau denda hingga NT$100.000.
Perkelahian dan upaya merebut kursi ketua cukup umum terjadi di Parlemen Taiwan, dan memberikan kesempatan bagi para legislator untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar berjuang -- secara harfiah -- untuk konstituen mereka.
Selesai/ML