Taipei, 12 Feb. (CNA) Hampir 400 pekerja migran di Taiwan tengah yang sedang berpindah pemberi kerja bersama-sama merayakan Tahun Baru Imlek lebih awal pada Kamis (12/2), menikmati potong rambut gratis hingga menulis hiasan kaligrafi, kata Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA).
Cabang Wilayah Taichung-Changhua-Nantou WDA melalui rilis pers mengatakan kegiatan ini digelar Pusat Layanan Pergantian Pemberi Kerja Pekerja Migran sebagai acara perayaan khas berbagai negara yang biasa mereka adakan untuk pekerja migran, dan kali ini untuk pertama kalinya dihelat menjelang Tahun Baru Imlek.
Pusat tersebut menyatakan bahwa selama proses pelayanan, ditemukan bahwa pekerja migran yang sedang berganti pemberi kerja tidak hanya menghadapi ketidakpastian pekerjaan, tetapi juga rentan mengalami kecemasan dan kerinduan kampung halaman akibat hambatan bahasa dan perbedaan budaya.
Oleh karena itu, untuk membuat pekerja migran merasa lebih didukung dan diperhatikan selama berada di Taiwan, selain menyediakan bantuan khusus dwibahasa secara rutin, kata pusat tersebut, mereka juga mengadakan acara semacam ini.
Acara ini menghadirkan layanan potong rambut gratis untuk membantu pekerja migran merapikan penampilan, menyambut Tahun Baru Imlek dan pekerjaan baru dengan wajah segar, kata Cabang Wilayah Taichung-Changhua-Nantou WDA.
Selain itu, disediakan area pengalaman menulis kaligrafi Tahun Baru Imlek, di mana para pekerja migran dapat menyalin sendiri tulisan berisi ucapan keberuntungan dan doa, kata cabang tersebut.
Ada pekerja yang tersenyum di depan cermin setelah potong rambut, ada pula yang serius menulis kaligrafi dengan kuas, saling berbagi harapan untuk Tahun Baru Imlek, kata cabang tersebut.
Para staf memanfaatkan interaksi ini untuk menjelaskan hak-hak dan prosedur secara santai menggunakan bahasa yang dimengerti pekerja migran, sehingga informasi penting tersampaikan dengan alami, kata mereka.
Cabang Wilayah Taichung-Changhua-Nantou WDA mengatakan bahwa sejak didirikan tahun 2023, Pusat Layanan Pergantian Pemberi Kerja Pekerja Migran menyediakan layanan berbahasa Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Tagalog, dengan staf khusus yang mendampingi konsultasi hingga pergantian pemberi kerja.
Sepanjang 2025, pusat ini menangani lebih dari 3.000 kasus pekerja migran yang dipindahkan, dengan lebih dari 2.000 orang yang berhasil terhubung dengan pemberi kerja baru, kata cabang tersebut.
Selesai/ja