Taipei, 12 Feb. (CNA) Pemerintah Kota Taipei pada Kamis (12/2) mengatakan mereka akan menjadwalkan inspeksi baru di sebuah toko tahu busuk di Distrik Zhongshan yang telah didenda NT$585.000 (Rp313,5 juta) karena pencemaran bau, setelah klaim viral seorang pengguna media sosial bahwa bau tersebut memengaruhi kesehatan mentalnya.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial Threads pada Rabu, seorang pengguna mengatakan bahwa bau dari toko tahu busuk Yuli Qiaotou, yang terletak dekat Stasiun Jiannan Road di MRT Jalur Coklat, telah menyebabkan dirinya mengalami kecemasan berat.
Pengguna tersebut mengklaim bahwa karena stres yang dialaminya, ia telah mencabut sebagian besar rambutnya, dan menyertakan foto kulit kepalanya yang hampir botak serta tumpukan rambut rontok dan salep yang tampaknya diresepkan dokter.
Hingga hari Kamis, unggahan tersebut telah "disukai" lebih dari 19.000 kali.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan pada Kamis, Yen Ling-chen (顏伶珍), kepala tim inspeksi Departemen Perlindungan Lingkungan Taipei, mengatakan bahwa agensinya telah melakukan beberapa kunjungan ke restoran tersebut sebagai respons atas keluhan masyarakat sejak Desember 2024.
Pada 9 Februari tahun lalu, kata Yen, agensinya melakukan uji konsentrasi bau di restoran tersebut, yang mendeteksi tingkat bau lebih dari sepuluh kali lipat batas legal.
Departemen tersebut menjatuhkan denda sebesar NT$585.000 kepada restoran itu atas pelanggaran berat berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Pencemaran Udara, kata Yen.
Pada kunjungan lanjutan pada 20 April, para inspektur memastikan bahwa toko tersebut telah memasang alat pengendap elektrostatis (pembersih asap dapur), mesin pencuci piring komersial, dan sistem eliminasi bau plasma, yang semuanya membuat tingkat konsentrasi bau berada dalam batas legal, kata Yen.
Dalam bulan-bulan berikutnya, jumlah keluhan bau terhadap restoran tersebut turun menjadi hanya dua hingga tiga per bulan, dan inspeksi selanjutnya tidak menemukan masalah kepatuhan, kata Yen.
Yen mengatakan jumlah keluhan masyarakat kembali meningkat di tengah diskusi terbaru di media sosial.
Mengingat sudah cukup lama sejak inspeksi terakhir, Yen mengatakan ia kemungkinan besar akan menjadwalkan penilaian bau setelah libur Tahun Baru Imlek. Ia mendorong masyarakat untuk mengusulkan lokasi spesifik untuk pengujian, agar kekhawatiran mereka dapat ditangani.
Di bawah unggahan Threads, beberapa komentator mengonfirmasi bau menyengat di sekitar toko tersebut, meskipun tidak jelas apakah itu disebabkan oleh bau tahu tersebut atau hanya ventilasi yang buruk.
Selesai/JC