Taipei, 11 Feb. (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan melaporkan lebih dari 140.000 kunjungan medis akibat diare pekan lalu yang mayoritas disebabkan norovirus, sementara epidemi influenza masih berlanjut dan kasus COVID-19 di Jepang serta Korea Selatan menunjukkan tren peningkatan.
Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, Kuo Hung-wei (郭宏偉), dalam sebuah laporan mingguan menyampaikan bahwa jumlah kunjungan medis akibat diare di dalam negeri pekan lalu melampaui 140.000 kunjungan. Dalam empat pekan terakhir, laporan kejadian diare berkelompok berkisar sekitar 20 kasus per pekan, dengan patogen yang paling banyak terdeteksi adalah norovirus. Lokasi kejadian kelompok terutama terjadi di sektor restoran serta industri perhotelan dan penginapan.
Terkait influenza, Kuo mengatakan hingga 7 Februari, jumlah kunjungan rawat jalan dan gawat darurat akibat gejala mirip influenza tercatat sebanyak 110.870 kunjungan, turun 6,9 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Proporsi kunjungan ke unit gawat darurat sekitar 10 persen, menurun dari 10,3 persen pada pekan sebelumnya.
Namun demikian, menurut Kuo, secara keseluruhan situasi epidemi masih akan berlanjut.
Menanggapi kemungkinan lonjakan influenza selama libur Tahun Baru Imlek, juru bicara CDC Lin Ming-cheng (林明誠) mengatakan bahwa karena berkurangnya jumlah klinik rawat jalan yang beroperasi selama libur, diperkirakan proporsi kunjungan influenza ke unit gawat darurat akan meningkat dan melampaui ambang epidemi sebesar 11 persen. Namun, secara keseluruhan jumlah kunjungan medis diperkirakan justru dapat menurun.
Kuo menambahkan bahwa tingkat positif influenza secara global menunjukkan tren menurun, tetapi negara tetangga seperti Korea Selatan dan Jepang baru-baru ini mengalami peningkatan dan berada pada tingkat yang relatif tinggi. Di Korea Selatan, jenis yang dominan adalah influenza tipe B, sementara di Jepang terjadi peredaran bersama influenza H3N2 dan tipe B.
Informasi mengenai rumah sakit dan jadwal klinik khusus telah diumumkan di situs resmi CDC dalam laman “Pusat Pencegahan Epidemi Libur Tahun Baru Imlek – Pencarian Klinik Khusus Penyakit Menular per Kabupaten/Kota”.
(Oleh Tseng Yi-ning dan Agoeng Sunarto) Selesai/ja