Taipei, 11 Feb. (CNA) Polisi Taipei membongkar sebuah operasi perjudian ilegal pada Senin (9/2) dini hari selama razia keamanan Tahun Baru Imlek di ibu kota, kata Kepolisian Distrik Daan pada hari Selasa (10/2).
Dalam siaran pers, kantor polisi setempat mengatakan 33 orang, termasuk operator, staf, dan pelanggan, ditahan karena terlibat dalam perjudian baccarat (permainan kartu) ilegal.
Berdasarkan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik Taipei, satuan tugas khusus yang terdiri dari petugas Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Taipei menggerebek operasi tersebut sekitar pukul 3 pagi pada hari Senin, kata kepolisian.
Tempat perjudian tersebut berlokasi di Seksi 1 Jalan Anhe, Distrik Daan, di mana polisi menyita uang tunai sebesar NT$910.000 (Rp484,957,000) sebagai barang bukti, menurut kepolisian.
Seorang pria berusia 28 tahun bermarga Chen (陳) diidentifikasi sebagai manajer operasi dan telah ditahan, sementara perangkat komunikasi radio, peralatan pengawasan, dan chip judi senilai NT$577,56 juta juga disita, kata kepolisian.
Setelah diinterogasi, Chen dan staf lainnya dirujuk ke Kejaksaan Distrik Taipei untuk penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran ketentuan perjudian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Sementara itu, para penjudi yang ditangkap akan diproses berdasarkan Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial, kata kepolisian.
Penggerebekan ini terjadi pada hari pertama dari razia keamanan Tahun Baru Imlek selama 15 hari di Taipei, yang diluncurkan untuk menjaga ketertiban umum dan memastikan keselamatan warga selama masa liburan.
Selesai/IF