Taipei, 11 Feb. (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan kembali memfasilitasi proses pemulasaraan enam jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) termasuk juga pekerja overstay (PMIO) di Rumah Duka Zhongli pada Jumat (6/2), menurut keterangan rilis pers KDEI.
Prosesi dilaksanakan dengan khidmat sesuai tata cara Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga mensalatkan jenazah. Para almarhum PMI terdiri dari Almarhum Kasmuri asal Kabupaten Tegal yang wafat akibat kecelakaan kerja di atas kapal dan direncanakan untuk dipulangkan pada 13 Februari 2026.
Adapun Almarhumah Tuminah asal Blitar yang meninggal karena stroke dan dijadwalkan pulang pada 13 Februari 2026. Selain itu, Almarhumah Nimatur Rohmah asal Blitar meninggal akibat serangan jantung dan direncanakan dipulangkan pada 12 Februari 2026.
Ada juga jenazah dari PMIO Almarhum Noor Ahmad Torikin asal Jepara yang meninggal akibat kecelakaan kerja dan dijadwalkan dipulangkan pada 13 Februari 2026, tulis keterangan tersebut.
Di antara jenazah tersebut, terdapat pula dua anak dari PMIO asal Kediri, yakni bayi Shakil Muhammad Alfatih yang meninggal dunia dengan penyebab yang masih menunggu hasil otopsi dan direncanakan dipulangkan pada 13 Februari 2026, serta bayi dari PMIO Nunik Fatimah asal Lampung yang meninggal dalam kandungan dan dijadwalkan dipulangkan pada 12 Februari 2026.
Setelah tiba di Indonesia, proses pemulangan ke daerah asal akan difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga jenazah diserahkan kepada keluarga.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo yang hadir pada saat itu menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan komitmen penuh untuk memastikan proses berjalan lancar. Arif yang datang didampingi oleh Kepala Bidang Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Pendidikan Sosial dan Budaya (Pensosbud), Novrizal juga turut melaksanakan salat jenazah serta memberikan penghormatan terakhir.
Menurut keterangan KDEI Taipei, hingga 6 Februari 2026, pihaknya telah menangani total 27 jenazah PMI maupun PMIO yang meninggal di Taiwan karena berbagai sebab.