Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi kesebelas: Wapres Hsiao hadiri pelatihan relawan bencana pekerja migran
Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim pada 7 Februari menghadiri pelatihan relawan penanggulangan bencana bagi pekerja migran, hingga mendatangi “Jalan Indonesia” di Taipei untuk membeli makan siang.
Pelatihan relawan penanggulangan bencana bagi pekerja migran pertama digelar pada 7 Februari, dihadiri Wakil Presiden Hsiao Bi-khim. Dalam sambutannya, Hsiao sempat mengatakan "Terima kasih" dalam bahasa Indonesia kepada para pekerja migran atas kontribusi mereka bagi Taiwan.
Hsiao mengatakan Taiwan dan Indonesia sama-sama menghadapi tantangan bencana alam. Hsiao berharap, setelah menjadi relawan penanggulangan bencana, para pekerja migran dapat membagikan pengetahuan yang telah dipelajari.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo, dalam sambutannya mengatakan pihaknya berharap para peserta dapat memahami risiko bencana di lingkungan masing-masing; mengetahui tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah musibah; serta mampu menyebarkan pengetahuan yang telah didapatkan kepada sesama.
Setelah menghadiri pelatihan, Hsiao juga mengunjungi kawasan di dekat Taipei Main Station yang kerap dikenal sebagai "Jalan Indonesia", di mana ia menyapa dalam bahasa Indonesia hingga membeli makan siang.
ABK Indonesia dievakuasi pasca cedera akibat ganasnya laut
Kondisi perairan yang buruk telah membuat seorang anak buah kapal migran Indonesia cedera di kapal perikanan yang diawakinya di laut lepas. Ia pun dievakuasi menggunakan kapal besar Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan atau CGA, hingga tiba di Kaohsiung pada 4 Februari.
Sebuah evakuasi berlangsung dramatis di atas laut yang bergejolak. Seorang ABK migran Indonesia dilaporkan cedera hingga memicu kondisi darurat, saat ia sedang bekerja di kapal yang terdaftar di Donggang, Kabupaten Pingtung, yang sedang beroperasi jauh di tenggara lepas pantai Taiwan.
Setelah menerima laporan, CGA pada 3 Februari dini hari mengerahkan Kapal Yunlin berbobot 4.000 ton mereka, yang bertemu kapal perikanan itu sekitar pukul 5 sore di hari yang sama.
Lokasi yang dipenuhi angin kencang dan gelombang tinggi membuat pemindahan pasien ke kapal CGA baru dapat dilakukan sekitar pukul 9 pagi keesokan harinya.
Dokter di kapal menemukan dislokasi sendi di panggul kanan ABK tersebut. Setelah bergerak dengan kelajuan aman maksimum, kapal pun tiba di Pelabuhan Kaohsiung pada sekitar pukul 3.30 sore 4 Februari. Setelahnya, ia dibawa kapten kapalnya untuk perawatan medis.
DEWAS BPJS Ketenagakerjaan kunjungi Taiwan
Dewan Pengawas atau DEWAS BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi Taiwan selama empat hari untuk mengawasi pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
DEWAS BPJS Ketenagakerjaan pada 5 Februari bertemu asosiasi agensi di Taiwan, meminta mereka membantu sosialisasi kepesertaan Jamsostek kepada PMI yang sedang memperpanjang kontrak untuk mengaktifkan kepesertaannya kembali.
Keesokannya, DEWAS dan KDEI Taipei mendiskusikan perlunya peningkatan manfaat bagi PMI terutama yang meninggal, kendala teknis pembayaran iuran BPJS di kanal tertentu, dan perlunya penempatan petugas di KDEI untuk mempermudah pelayanan.
DEWAS juga mengunjungi Pelabuhan Wanli pada 7 Februari, berdialog dengan 20 anak buah kapal hingga memberikan sembako.
Pada 8 Februari, DEWAS mengadakan dialog yang dihadiri 45 PMI. Mereka memberikan berbagai masukan, seperti agar BPJS Ketenagakerjaan mengubah manfaat klaim bantuan bagi korban PHK dan bagi PMI yang ditempatkan tidak sesuai kontrak.
Dalam wawancara dengan CNA, Ketua DEWAS BPJS Ketenagakerjaan Zuhri menyampaikan pesan untuk PMI agar sebisa mungkin mengakses sumber-sumber yang bisa dipercaya seperti KDEI dan unit layanan PMI Taiwan.
Simulasi serangan digelar di 2 stasiun MRT Taipei
Pemerintah kota Taipei dan New Taipei pada 5 Februari menggelar latihan simulasi serangan acak di dua stasiun MRT.
Pemandangan mendebarkan berlangsung di stasiun MRT. Ini adalah latihan simulasi yang digelar pada 5 Februari untuk membiasakan masyarakat dengan prosedur tanggap darurat dan memastikan evakuasi yang cepat dan teratur jika terjadi insiden besar, setelah sebuah serangan acak maut terjadi di sekitar stasiun MRT Taipei pada 19 Desember 2025.
Dalam latihan ini, pelaku melakukan serangan tak pandang bulu terhadap masyarakat di Stasiun Sanchong Elementary School, kemudian menaiki MRT dan menyandera penumpang, hingga dilumpuhkan dan ditangkap di Stasiun Daqiaotou. Peringatan darurat juga dikirim ke ponsel masyarakat sekitar sebagai simulasi peringatan.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan, meskipun ia berharap tidak akan terjadi insiden keamanan, setiap pihak harus senantiasa waspada dan melakukan persiapan menyeluruh.
(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)