NIA fasilitasi donasi makanan hingga pakaian musim dingin untuk ABK di Pingtung

09/02/2026 16:15(Diperbaharui 09/02/2026 16:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)

Taipei, 9 Feb. (CNA) Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) hari Senin (9/2) mengatakan mereka baru-baru ini telah menggandeng kelompok masyarakat sipil untuk menggelar donasi kebutuhan sehari-hari, dari makanan hingga pakaian musim dingin, untuk anak buah kapal (ABK) migran di Kabupaten Pingtung.

Sebanyak 200 paket yang masing-masing berisi beras, pakaian penghangat, bihun, kotak makanan, dan tisu, serta sejumlah besar jaket musim dingin dan selimut tebal, disiapkan untuk disalurkan melalui Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia - Pingtung Migrant Fisherman Union (FOSPI-PMFU), kata NIA dalam rilis pers.

Pada hari pelaksanaan kegiatan, para penerima bantuan memadati lokasi pembagian. Para ABK tampak sumringah setelah menerima bantuan, dengan tidak sedikit yang langsung mengenakan jaket di tempat untuk melindungi diri dari terpaan angin dingin musim dingin, kata NIA.

Di lokasi tampak para nelayan mengayuh sepeda, dengan jok belakang dan setang dipenuhi beras, tisu, serta kebutuhan sehari-hari yang berat. Pemandangan mereka pulang dengan muatan penuh, disertai raut wajah bahagia dan puas, menghadirkan suasana yang sangat menghangatkan hati, menurut NIA.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)

Selain pembagian di lokasi tetap, para petugas juga langsung menuju Pelabuhan Perikanan Donggang, memasuki area sandar kapal nelayan untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Banyak ABK migran menjalani kehidupan sehari-hari di dalam kabin kapal yang sempit dan lembap, dengan ruang terbatas dan udara dingin yang menusuk, sehingga kondisi hidup mereka tergolong berat, menurut NIA.

Dermaga yang biasanya sunyi mendadak ramai oleh seruan penuh semangat dari petugas serikat dari FOSPI-PMFU. Para ABKyang semula sedang beristirahat pun terkejut dan berbondong-bondong menengok ke luar.

Saat melihat melimpahnya bantuan serta perlengkapan penghangat, mereka serentak mengacungkan jempol sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian dan empati masyarakat Taiwan, menurut NIA.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)

Kepala Kantor Layanan Pingtung NIA, Wu Shu-hsien (武淑賢) menegaskan bahwa ABK migran merupakan mitra penting dalam industri perikanan Taiwan.

Kerja sama lintas sektor dapat membuat kebutuhan mereka untuk menghadapi cuaca dingin terpenuhi, sekaligus membuat para pekerja yang jauh dari kampung halaman merasakan kehangatan kemanusiaan di Taiwan sehingga dapat bekerja dengan tenang, kata Wu.

Ia juga secara khusus mengingatkan bahwa sindikat penipuan kerap memanfaatkan keinginan pekerja migran untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan cara membeli buku tabungan atau kartu ATM dengan imbalan.

Wu juga  secara khusus menyerahkan piagam penghargaan untuk organisasi masyarakat sipil 社團法人屏東縣慈芯慈善會, 十方緣慈善功德會, 祐祥生命禮儀, dan 奕祈生命禮儀, sebagai ungkapan terima kasih kepada mereka atas partisipasi mereka di tengah dinginnya musim dingin.

Ketua 社團法人屏東縣慈芯慈善會 Wu Ya-yen (吳雅燕), menyampaikan bahwa melihat senyum para ABK sangat menyentuh hatinya.

"Kegiatan kepedulian kali ini disiapkan agak terburu-buru. Seandainya persiapan lebih matang, tentu kami bisa menyiapkan lebih banyak bantuan. Kami berharap ke depan dapat terus menggalang lebih banyak dukungan untuk mereka," ujarnya.

Sementara itu, FOSPI-PMFU dalam sebuah unggahan Facebook menuliskan pihaknya berterima kasih atas kemurahan hati para penyelenggara, dan mengatakan aksi ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas mereka terhadap ABK migran, "Yang memainkan peran penting dalam perekonomian Taiwan."

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Pingtung NIA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.