Manila/Taipei, 9 Feb. (CNA) Biro Imigrasi Filipina (BI) hari Sabtu (7/2) mengatakan bahwa seorang buronan asal Taiwan telah ditangkap di Metro Manila pada akhir Januari sebagai bagian dari kerja sama penegakan hukum yang sedang berlangsung dengan Taiwan.
Buronan tersebut, bermarga Chien (簡) (33), yang telah buron sejak 2023, ditangkap pada 28 Januari malam di Kota Pasay oleh agen dari Unit Pencarian Buronan BI yang bekerja sama dengan Biro Investigasi Nasional Filipina, kata lembaga tersebut.
BI mengatakan bahwa Chien ditangkap setelah adanya komunikasi resmi dengan otoritas Taiwan.
Catatan menunjukkan bahwa Chien menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan pada 31 Agustus 2023 oleh Kantor Kejaksaan Distrik Miaoli di Taiwan atas dugaan pencurian, tambah BI.
Chien masuk ke Filipina pada 2023 sebagai pengunjung sementara, tetapi gagal memperpanjang atau mengubah visanya, sehingga ia tinggal melebihi batas waktu dan "Warga asing yang tidak diinginkan," kata lembaga tersebut.
Chien telah dipindahkan ke fasilitas penahanan imigrasi sambil menunggu deportasi, menurut BI.
Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei (TECO) di Filipina mengatakan kepada CNA pada Minggu (8/2) bahwa mereka akan mengirimkan personel untuk mengunjungi Chien dalam beberapa hari mendatang dan berkoordinasi dengan BI terkait proses deportasi.
Menurut statistik yang dikumpulkan TECO, unit penghubung kepolisian dan yudisialnya telah bekerja sama dengan lembaga penegak hukum Filipina untuk menangkap 22 buronan asal Taiwan yang dicari sejak awal 2025 melalui berbagi intelijen dan bentuk kerja sama lainnya.
Kantor tersebut mengatakan akan terus memperdalam kerja sama dengan otoritas Filipina untuk melacak buronan yang dicari dan membawa mereka ke pengadilan.
Sebelum otoritas mengumumkan penangkapan Chien, 17 tersangka dalam kasus penipuan daring, termasuk enam orang dengan surat perintah penangkapan yang masih berlaku di Taiwan, telah dideportasi dari Manila ke Taiwan pada 21 Januari setelah ditangkap di Kota Cebu pada Mei 2025.
Penyidik Taiwan mengatakan pada 23 Januari bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil dari sebelas bulan berbagi intelijen dan pengawasan dengan otoritas setempat.
Selesai/IF