Kaohsiung, 8 Feb. (CNA) Seorang pengusaha berkewarganegaraan Taiwan yang sudah bekerja lama di Indonesia dikonfirmasi mengidap demam berdarah dengue (DBD) setelah kembali ke Taiwan, kata otoritas kesehatan Kaohsiung hari Jumat (6/2).
Melalui rilis pers, Departemen Kesehatan Kota Kaohsiung hari Kamis (5/2) mengatakan pasien, seorang pengusaha Taiwan berusia sekitar 50 tahun, saat masih berada di Indonesia pada 31 Januari mengalami gejala demam dan nyeri otot, serta sempat mengonsumsi obat flu secara mandiri.
Setelah kembali ke Taiwan pada Selasa (3/2) lalu, karena kondisi tubuhnya masih terasa tidak nyaman, ia hari Rabu berobat dan menjalani pemeriksaan darah yang menunjukkan hasil positif pada uji cepat NS1 DBD. Hasil pemeriksaan PCR hari Kamis juga positif, kata departemen tersebut.
Tim pengendalian wabah telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terkait, kata departemen tersebut.
Departemen Kesehatan mengingatkan warga yang bepergian ke daerah dengan wabah untuk mengenakan pakaian lengan panjang berwarna terang serta menggunakan obat antiserangga yang telah disetujui pemerintah, dan memastikan tempat penginapan memiliki fasilitas pencegahan nyamuk seperti kasa jendela dan pintu.
Departemen tersebut juga meminta masyarakat yang memasuki wilayah Taiwan dan mengalami gejala yang dicurigai sebagai DBD, seperti demam, sakit kepala, serta nyeri otot dan tulang, untuk melapor kepada petugas karantina di bandara dan bekerja sama dalam pengambilan sampel darah serta penyelidikan epidemiologi.
Setelah menjalani pengambilan sampel untuk uji cepat NS1 DBD dan menunggu hasilnya, mereka dapat memperoleh kupon belanja senilai NT$500 (Rp266.382), kata departemen tersebut.
Pendatang yang mengalami demam saat masuk wilayah Taiwan, bersedia menjalani pengambilan sampel uji cepat NS1 dengan hasil negatif, serta menyetujui untuk dirawat di rumah sakit yang ditunjuk hingga hasil pemeriksaan PCR dikonfirmasi, akan diberikan kupon belanja senilai NT$1.000, tambah mereka.
Seluruh biaya rumah sakit selama masa perawatan inap akan ditanggung (tidak termasuk biaya makan dan kamar perawatan khusus berbayar), sementara biaya taksi dari bandara ke rumah sakit yang ditunjuk akan diganti sesuai ketentuan, kata departemen tersebut.
Mereka yang kemudian terkonfirmasi positif akan diberikan tambahan insentif pelaporan sebesar NT$2.500, tambah Departemen Kesehatan.
(Oleh Lin Chiao-lien dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF