Taipei, 20 Jan. (CNA) Seorang pria Taiwan yang ditahan secara salah saat transit di Bandara Internasional Abu Dhabi pada 24 November telah kembali ke Taiwan pada 17 Januari, kata Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari Selasa (20/1).
Pria tersebut, seorang warga Kabupaten Yunlin bermarga Chen (陳), bepergian bersama istrinya yang bermarga Yang (楊), yang melaporkan insiden tersebut ke kantor perwakilan Taiwan di Dubai -- kantor yang bertanggung jawab atas urusan Uni Emirat Arab -- pada hari berikutnya.
Menurut Legislator Kuomintang Chang Chia-chun (張嘉郡), Chen secara keliru terdeteksi sebagai buronan yang dicari oleh sistem kecerdasan buatan setempat.
Setelah pihak berwenang memastikan bahwa Chen tidak terlibat dalam aktivitas kriminal apa pun, ia dibebaskan pada 28 November. Namun, pembatasan perjalanannya tidak dapat dicabut segera, karena ia diwajibkan menyelesaikan prosedur pelaporan polisi yang tertunda akibat hari libur nasional di UEA, kata MOFA.
Pembatasan perjalanan Chen secara resmi dicabut pada 8 Januari, kata juru bicara MOFA Hsiao Kuangwei (蕭光偉).
Hsiao mengatakan Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Dubai memberikan bantuan luas sesuai dengan peraturan setempat, termasuk mendampingi Chen selama klarifikasi kasus dengan jaksa dan polisi, mengatur beberapa pengacara untuk membantu pengajuan pencabutan pembatasan perjalanan, serta membantu kunjungan medis, akomodasi, transportasi, pengobatan, dan kebutuhan sehari-hari.
Chen dan istrinya mengunjungi Yuan Legislatif pada hari Selasa untuk berterima kasih kepada Chang dan Ketua Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜) atas bantuan mereka. Chen juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kantor perwakilan Taiwan di Dubai atas dukungannya.
Selesai/ML