Taipei, 20 Jan. (CNA) Bumi diperkirakan akan terdampak gangguan geomagnetik selama sekitar 36 jam ke depan, yang berpotensi sesaat meningkat menjadi badai geomagnetik parah, menurut Space Weather Operational Office Taiwan pada Selasa (20/1).
Aurora mungkin dapat terlihat di wilayah sekitar garis lintang geomagnetik 40 derajat selama periode gangguan geomagnetik, kata kantor tersebut.
Gangguan ini disebabkan oleh suar matahari berdurasi panjang yang terjadi pada hari Senin di wilayah aktif matahari dan disertai dengan lontaran massa korona, jelas lembaga tersebut.
Peristiwa matahari ini melewati lingkungan ruang angkasa dekat Bumi pada Selasa pagi, yang mengakibatkan peningkatan kecepatan dan kepadatan angin matahari secara signifikan di ruang antarplanet.
Gangguan ini diperkirakan akan berlangsung sekitar 36 jam, dan intensitas maksimumnya dapat mencapai tingkat badai geomagnetik parah untuk sementara waktu, menurut kantor tersebut.
Lembaga tersebut mengatakan gangguan geomagnetik dapat menyebabkan peningkatan arus saluran yang tidak normal, ketidakmampuan menggunakan komunikasi radio frekuensi tinggi, anomali pada komunikasi radio frekuensi rendah, dan kesalahan pada penentuan posisi satelit.
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa sistem pengendalian tegangan skala besar dan sistem perlindungan dapat mengalami masalah akibat gangguan ini, sementara beberapa jaringan transmisi listrik dapat benar-benar terputus atau mengalami pemadaman listrik singkat.
Selesai/IF