Taipei, 15 Jan. (CNA) Serikat pekerja medis dan kelompok pemberi kerja pengasuh tinggal di rumah menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan membolehkan rumah sakit mempekerjakan pekerja perawatan asing, dengan peringatan bahwa hal ini dapat menambah beban di garis depan dan memaksa rumah sakit serta beberapa keluarga bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja dari sumber yang sama.
Rencana yang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) ini akan memungkinkan rumah sakit mempekerjakan pekerja asing dengan keterampilan menengah sebagai pekerja perawatan untuk membantu pasien rawat inap dengan kondisi akut dalam kebutuhan perawatan sehari-hari, sehingga meringankan beban kerja staf keperawatan, menurut Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良).
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Selasa (13/1), Serikat Perawat Taiwan dan Federasi Serikat Medis Taiwan mengatakan mereka "dengan tegas menolak" perekrutan pekerja asing selama sistem dan langkah-langkah pendukung masih belum jelas, dengan peringatan bahwa hal ini akan "membebankan risiko dan kebingungan yang dihasilkan kepada staf garis depan."
Beberapa kekhawatiran yang diangkat oleh serikat pekerja antara lain hambatan bahasa, manajemen dan pengawasan, bagaimana tugas dan batas profesional antara pekerja perawatan asing dan perawat domestik akan didefinisikan, serta bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa dan pengaduan akan dijalankan.
Juga menentang usulan tersebut, International Association of Family and Employers with Disabilities (IAFED), sebuah LSM yang dibentuk oleh pemberi kerja pengasuh asing, mengatakan pada hari Rabu bahwa pengasuh asing tinggal di rumah yang sudah ada dan pekerja perawatan asing yang akan dipekerjakan rumah sakit di bawah rencana ini "sangat mungkin berasal dari sumber tenaga kerja yang sama."
Setelah rumah sakit diizinkan merekrut, kata mereka, institusi medis dengan jam kerja teratur, dukungan tim, dan manfaat institusional dapat menarik "pengasuh berpengalaman" dari rumah tangga pribadi yang sudah terbiasa dengan rutinitas perawatan dan telah mengatasi hambatan bahasa.
"Ini tidak akan menambah jumlah tenaga kerja secara keseluruhan, melainkan justru menarik pengasuh dari rumah tangga paling rentan yang merawat orang sakit parah atau penyandang disabilitas yang tidak memiliki alternatif," tambah asosiasi tersebut.
Tanggapan MOHW
Dalam sebuah acara pada Rabu pagi, Shih menanggapi kekhawatiran yang diangkat oleh dua serikat pekerja medis dengan mengatakan bahwa MOHW menargetkan pekerja asing dengan keterampilan menengah yang telah bekerja di Taiwan lebih dari enam tahun, dapat berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, dan telah menerima pelatihan sebagai pekerja perawatan.
Shih mengatakan kementerian telah memulai program percontohan tiga tahun lalu di mana rumah sakit secara terpusat merekrut dan melatih pekerja perawatan, seraya menambahkan bahwa respons publik sangat baik dan sistem ini memungkinkan perawat fokus pada tugas profesional.
Di bawah program ini, keluarga membayar sekitar NT$750 (Rp400.342) hingga NT$1.000 per hari untuk pekerja perawatan yang membantu kebutuhan sehari-hari, sehingga mengurangi kebutuhan anggota keluarga untuk berjaga di samping tempat tidur sepanjang hari atau mempekerjakan pengasuh pribadi dengan biaya lebih tinggi, kata Menteri Kesehatan.
Menanggapi kekhawatiran IAFED, MOHW mengatakan belum memberikan komentar khusus atas kritik asosiasi tersebut pada tahap ini, karena usulan tersebut masih dalam pembahasan dan masukan masih terus dikumpulkan.
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Hung Sun-han (洪申翰) mengatakan pada hari Selasa bahwa meskipun MOHW telah mengajukan usulan untuk merevisi peraturan terkait, kementerian kesehatan sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan kelompok terkait untuk penilaian yang lebih komprehensif.
Ia mengatakan saat ini belum ada jadwal bagi kementeriannya untuk meninjau usulan tersebut.
Selesai/