Taipei, 1 Jan. (CNA) Badan Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan telah membongkar sindikat perantara tenaga kerja ilegal yang menampung dan menyalurkan pekerja migran tanpa dokumen, serta mendeportasi 37 warga negara asing, kata badan tersebut pada hari Rabu (31/12).
Sindikat tersebut dipimpin oleh seorang pria bermarga Cheng (鄭), yang menggunakan properti residensial atas namanya untuk menampung warga negara asing yang bekerja secara ilegal, menurut NIA.
Penyelidik mengatakan Cheng mengangkut para pekerja dari tempat tinggal ke lokasi kerja pada dini hari untuk menghindari deteksi.
Setelah menerima informasi tahun lalu dan melakukan pengawasan selama berbulan-bulan, pihak berwenang mencegat kendaraan Cheng dan menemukan 13 warga negara asing yang melebihi izin masa tinggal di dalamnya. Sebanyak 24 pekerja tanpa dokumen lainnya kemudian ditangkap di properti lain yang terkait dengannya, kata agensi tersebut.
Hampir semua dari 37 pekerja asing tersebut adalah warga negara Thailand yang masuk ke Taiwan dengan visa turis dan melebihi izin masa tinggal. Cheng, yang bekerja di sektor konstruksi, merekrut mereka melalui jaringan tetap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Pihak berwenang mengatakan Cheng memusatkan para pekerja di propertinya untuk memudahkan pengelolaan dan menghindari pemeriksaan. Ia sebelumnya telah didenda NT$600.000 (Rp319 juta) karena melanggar Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan dan peraturan terkait.
Penyelidik memperkirakan kelompok tersebut mengenakan biaya percaloan NT$400 per hari kepada setiap pekerja, menghasilkan keuntungan ilegal sekitar NT$5 juta per tahun.
Setelah dua penggerebekan terkoordinasi, pihak berwenang menangkap 43 orang, termasuk enam calo ilegal, pemberi kerja, dan pekerja tanpa dokumen. Cheng dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada bulan November, sementara individu lainnya diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sebanyak 37 warga negara asing tersebut telah dideportasi, kata NIA.
Selesai/ML