Sebanyak 13 orang didakwa atas ledakan gas mematikan di mal Taichung

01/01/2026 18:21(Diperbaharui 01/01/2026 18:24)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Sebuah ledakan gas mematikan mengguncang toko Shin Kong Mitsukoshi Zhonggang di Taichung pada 13 Februari 2025, menewaskan lima orang. (Sumber Foto : Dokumentasi kontributor pribadi)
Sebuah ledakan gas mematikan mengguncang toko Shin Kong Mitsukoshi Zhonggang di Taichung pada 13 Februari 2025, menewaskan lima orang. (Sumber Foto : Dokumentasi kontributor pribadi)

Taichung, 1 Jan. (CNA) Jaksa pada hari Selasa (30/12) mendakwa 13 orang, termasuk seorang manajer departemen store dan kontraktor, atas ledakan gas mematikan di toko Shin Kong Mitsukoshi Zhonggang di Taichung awal tahun lalu yang menewaskan lima orang dan melukai 35 orang.

Kantor Kejaksaan Distrik Taichung mengatakan ledakan pada 13 Februari itu disebabkan oleh berbagai kelalaian selama pekerjaan renovasi, termasuk kegagalan untuk sepenuhnya mematikan pasokan gas, pemeriksaan keselamatan yang tidak memadai, dan tidak adanya izin yang diperlukan.

Jaksa mengatakan Shin Kong Mitsukoshi, sebagai jaringan ritel nasional, seharusnya menerapkan standar keselamatan tertinggi, namun kegagalan manajemen secara sistemik menyebabkan apa yang mereka sebut sebagai kecelakaan industri paling serius dalam sejarah departemen store di Taiwan.

Menurut dakwaan, toko tersebut mengizinkan kontraktor untuk memulai pekerjaan renovasi di luar jam operasional pada 9 Februari tanpa izin renovasi interior yang diwajibkan secara hukum atau rencana keselamatan kebakaran selama masa konstruksi.

Manajer toko, bermarga Hsu (許), gagal memverifikasi status katup utama pemutus gas dan pipa di lantai 12 sebelum pekerjaan dimulai, kata jaksa. Seorang wakil manajer, seorang karyawan dari divisi pengembangan toko, dan seorang kontraktor renovasi juga gagal memastikan lokasi bebas dari bahaya gas.

Penyelidik menemukan bahwa sistem deteksi kebocoran gas di atas plafon telah dilepas sebelum konstruksi dimulai, tanpa adanya langkah pengamanan alternatif.

Meskipun Shin Chung Natural Gas Co. telah melepas beberapa meteran gas dan menutup beberapa pipa pada 10 Februari, gas sisa masih tersisa di pipa cabang lainnya, kata jaksa.

Pada 13 Februari, sebuah ekskavator digunakan untuk membongkar struktur plafon tanpa perlindungan memadai, meskipun pipa gas tertanam di dekatnya. Mesin tersebut secara tidak sengaja merobek pipa gas utama dan pipa cabang, sehingga gas menumpuk di atas plafon.

Tanpa mengetahui adanya kebocoran, seorang teknisi listrik kemudian menggunakan pemotong kabel listrik di tempat lain di lantai tersebut, menghasilkan percikan api yang memicu gas dan menyebabkan ledakan.

Ketiga belas terdakwa dan Shin Kong Mitsukoshi Department Store Co. didakwa dengan tuduhan termasuk pembunuhan karena kelalaian, cedera karena kelalaian, dan pelanggaran Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Meskipun perusahaan telah mencapai penyelesaian dengan beberapa korban, jaksa mengatakan kelalaian tersebut sangat serius dan para terdakwa berusaha mengalihkan tanggung jawab setelah insiden tersebut.

Shin Kong Mitsukoshi mengatakan pihaknya menghormati keputusan penuntutan dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan proses peradilan. Toko Taichung melanjutkan operasional pada 27 September setelah peningkatan keselamatan menyusul penangguhan yang diperintahkan oleh pemerintah kota.

(Oleh Chao Li-yen, Hao Hsueh-ching, Lee Hsin-Yin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.