Lai desak persatuan terkait anggaran pertahanan khusus saat Tiongkok tingkatkan tekanan militer

01/01/2026 11:40(Diperbaharui 01/01/2026 11:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te. Foto CNA 1 Januari 2026
Presiden Lai Ching-te. Foto CNA 1 Januari 2026

Taipei, 1 Jan. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德), dalam pidato Tahun Baru pada hari Kamis (1/1), mendesak partai-partai oposisi untuk mengutamakan keamanan nasional di atas politik partisan dan segera mengesahkan anggaran pertahanan khusus sebesar NT$1,25 triliun (Rp666 triliun) di tengah "ambisi ekspansionis yang meningkat" dari Tiongkok.

"Sebagai presiden, posisi saya selalu jelas: dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional, memperkuat pertahanan nasional, dan meningkatkan pertahanan serta ketahanan seluruh elemen masyarakat, serta secara komprehensif membangun mekanisme pencegahan dan pertahanan demokratis yang kuat," kata Lai.

Untuk itu, kata Lai, pemerintahannya telah menyusun revisi hukum yang bertujuan memperkuat keamanan nasional, dan telah mengusulkan anggaran pertahanan khusus untuk memperkuat postur pertahanan Taiwan secara keseluruhan selama delapan tahun ke depan serta meningkatkan industri manufaktur senjata lokal.

"Menghadapi ambisi militer Tiongkok yang mengkhawatirkan, Taiwan tidak punya waktu untuk menunggu dan tentu saja tidak punya waktu untuk terjebak dalam konflik internal," kata Lai.

"Kita mungkin memiliki pandangan berbeda dalam banyak isu, tetapi tanpa pertahanan nasional yang kuat dan tangguh, tidak akan ada negara, juga tidak akan ada ruang bagi kita untuk berdebat," kata presiden, seraya menambahkan bahwa hal ini seharusnya menjadi "konsensus nasional lintas partai."

CNA video

Partai oposisi Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP), yang bersama-sama memegang mayoritas legislatif, pada hari Selasa (30/12) kembali memblokir pembahasan anggaran khusus untuk kelima kalinya, bahkan ketika Tiongkok sedang melakukan latihan militer besar-besaran di lima zona maritim dan di wilayah udara sekitar Taiwan.

Menanggapi pertanyaan wartawan setelah pidatonya, Lai mengatakan memang menjadi kekhawatiran jika beberapa negara sahabat Taiwan mungkin akan mengurangi dukungan mereka berdasarkan persepsi mereka terhadap komitmen Taiwan untuk membela diri, jika partai-partai oposisi terus memboikot anggaran khusus tersebut.

"Oleh karena itu, saya sangat berharap partai-partai oposisi akan mengizinkan anggaran ini disahkan, agar kita dapat lebih baik melindungi negara dan rakyat ini," katanya.

Presiden mengatakan kepada wartawan bahwa ketika komunitas internasional secara bulat mengecam latihan militer skala besar Tiongkok di sekitar Taiwan dari Senin (29/12) hingga Rabu (31/12), "partai-partai oposisi masih mencari-cari alasan untuk Tiongkok."

"Saya berharap partai pemerintah dan oposisi dapat menunjukkan persatuan," katanya. "Ini adalah satu-satunya cara untuk menghindari Tiongkok menerima pesan yang salah -- bahwa mereka bisa menginvasi Taiwan."

(Oleh Sean Lin dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.