Taipei, 30 Nov. (CNA) Produsen serat sintetis dan plastik asal Taiwan, Shinkong Synthetic Fibers Corp. (SSFC) hari Jumat (28/11) menyatakan mereka telah berinvestasi untuk material berkelanjutan dengan membangun pabrik di Indonesia yang dikhususkan untuk bahan daur ulang, yang ditargetkan rampung akhir 2027.
SSFC juga bekerja sama dengan produsen luar negeri dalam pengembangan teknologi dan bahan baku daur ulang, serta telah mencapai kesepakatan dengan salah satu merek olahraga untuk memproduksi massal produk dengan material berkelanjutan tersebut, kata perusahaan dalam paparan kinerja untuk investor institusi.
Direktur Keuangan Lin Hsin-chang (林信昌) menyatakan optimismenya terhadap Piala Dunia 2026 serta Olimpiade Los Angeles, yang ia sebut akan mendorong penggunaan bahan baku daur ulang sirkular pada produk-produk pendukung, yang menguntungkan bagi ekspansi material tersebut dari SSFC ke pasar Amerika.
Sementara itu, terkait pelet poliester yang tidak masuk dalam daftar pengecualian tarif impor Amerika Serikat (AS), dampak lanjutannya masih menunggu evaluasi, kata Lin.
Produk material ramah lingkungan berbasis poliester mencakup polietilena tereftalat terkristalisasi (cr-PET) dan tahan panas menengah (mr-PET), kata Lin, menambahkan bahwa perusahaan juga mengembangkan material daur ulang dari sampah laut dan biomaterial.
Menurut statistik SSFC, karena pendapatan dari dua produk poliester utama sama-sama mengalami penurunan, pendapatan konsolidasi tiga kuartal pertama perusahaan tahun ini mencapai NT$30,439 miliar (Rp16,147 triliun), turun 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih yang diatribusikan kepada induk perusahaan tercatat sebesar NT$1,56 miliar, tumbuh 16,4 persen secara tahunan, dengan laba per saham setelah pajak sebesar NT$0,97, kata SSFC.
Lin menambahkan bahwa penurunan pendapatan selama tiga kuartal pertama terutama disebabkan turunnya harga bahan baku utama pelet poliester, praktik dumping produk pesaing asal Tiongkok di berbagai pasar, serta dampak tarif AS.
Sementara itu, pendapatan konsolidasi kuartal ketiga secara tunggal mencapai NT$10,619 miliar, meningkat 8,6 persen dibandingkan kuartal kedua, didorong keuntungan selisih kurs dan kontribusi pendapatan nonoperasional, ujarnya.
(Oleh Pan Chih-yi dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF