Taipei, 30 Nov. (CNA) Pemerintah Kabupaten Hsinchu pada Jumat (28/11) mengumumkan penangkapan dua pekerja migran Vietnam tidak berdokumen karena diduga menjual daging anjing yang dicurigai.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, pemerintah setempat mengatakan bahwa sehari sebelumnya, Kantor Perlindungan Hewan dan Inspeksi Kesehatan, bersama dengan otoritas dari Kantor Polisi Sanmin di kabupaten tersebut, menangkap dua individu yang menjual daging yang tidak teridentifikasi di Kota Zhubei.
Mereka diidentifikasi sebagai pekerja migran tidak berdokumen asal Vietnam, kata pernyataan tersebut, tanpa merinci jenis kelamin mereka.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa petugas polisi dan pejabat perlindungan hewan menemukan kedua individu tersebut memiliki 43 kilogram daging hewan yang telah dipotong-potong dan berasal dari sumber yang tidak diketahui.
Menurut Kantor Perlindungan Hewan dan Inspeksi Kesehatan, penyelidikan awal mereka membuat mereka menduga bahwa 11,8 kg adalah daging anjing, 3,1 kg musang luwak, 5,2 kg babi hutan, dan 3,1 kg adalah daging dari hewan yang diduga berasal dari keluarga domba atau kambing.
Sisa daging yang ditemukan adalah jeroan dari hewan yang tidak diketahui, kata kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan pada daging-daging tersebut untuk menentukan spesies spesifik dari masing-masing hewan.
Karena status imigrasi kedua individu tersebut, mereka dibawa ke tahanan polisi, kata kantor tersebut. Kantor Polisi Zhubei selanjutnya akan merujuk kasus ini ke Kantor Kejaksaan Distrik Hsinchu, tambahnya.
Kantor tersebut mengimbau masyarakat untuk tidak membeli daging yang tidak diketahui asal-usulnya guna menekan penjualan produk semacam itu melalui kurangnya permintaan.
Selesai/IF