MOFA: Sebanyak 235 Warga Taiwan masih terjebak di Myanmar dalam sindikat penipuan

24/03/2025 15:45(Diperbaharui 24/03/2025 15:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Taipei, 24 Mar. (CNA) Seorang diplomat Taiwan melaporkan pekan lalu bahwa sekitar 235 warga negara Taiwan masih terjebak di Myanmar, dipaksa untuk bekerja untuk sindikat penipuan, setelah 203 warga berhasil diselamatkan.

Menurut Lin Hung-hsun (林宏勳), wakil kepala Departemen Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (MOFA), mengatakan kepada wartawan pada Jumat (21/3) bahwa pemerintah Taiwan telah memperingatkan warga negaranya untuk tetap waspada di tengah maraknya laporan individu yang dipaksa bekerja untuk sindikat penipuan telekomunikasi.

Penari api asal Taiwan, Hsieh Yueh-peng (謝岳鵬, tengah), yang terjebak di Myanmar dan dipaksa untuk melakukan penipuan telekomunikasi, dengan selamat kembali ke Taiwan berkat upaya bersama polisi Taiwan dan Thailand. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Penari api asal Taiwan, Hsieh Yueh-peng (謝岳鵬, tengah), yang terjebak di Myanmar dan dipaksa untuk melakukan penipuan telekomunikasi, dengan selamat kembali ke Taiwan berkat upaya bersama polisi Taiwan dan Thailand. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Sejak 2022, MOFA dan kantor perwakilan Taiwan di Myanmar telah menerima ratusan permintaan bantuan dari warga atau keluarga yang tertipu oleh tawaran pekerjaan bergaji tinggi, tetapi justru dipaksa bekerja untuk jaringan penipuan telekomunikasi, kata Lin.

MOFA telah menerima permintaan bantuan dari 438 warga Taiwan yang terjebak di Myanmar, dan sejauh ini 203 telah berhasil kembali ke Taiwan.

Lin mengatakan, upaya penyelamatan sangat sulit karena pusat-pusat penipuan berada di wilayah dekat perbatasan Myanmar-Thailand yang dikuasai oleh kelompok bersenjata. Diplomat Taiwan juga kesulitan menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok ini, tambahnya.

Oleh karena itu, MOFA bekerja sama dengan LSM internasional dan komunitas etnis Tionghoa di Myanmar untuk mengumpulkan informasi dan membantu warga Taiwan melarikan diri.

Menurut Lin, pusat-pusat penipuan ini sebagian besar dikelola oleh warga Tiongkok, dengan korban dari berbagai negara termasuk Vietnam, India, Sri Lanka, dan Jepang.

(Oleh Wu Shu-wei, Joseph Yeh, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.