Mahasiswa pertukaran asal Tiongkok dideportasi karena video "mencubit" Presiden Lai

18/10/2026 09:45(Diperbaharui 18/10/2026 09:45)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mahasiswa pertukaran asal Tiongkok bermarga Wang keluar dari bea cukai setelah dideportasi pada Jumat. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)
Mahasiswa pertukaran asal Tiongkok bermarga Wang keluar dari bea cukai setelah dideportasi pada Jumat. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)

Taipei, 16 Okt. (CNA) Seorang mahasiswa pertukaran asal Tiongkok dideportasi pada Jumat (16/10) setelah mengunggah sebuah video yang tampaknya menunjukkan dirinya mencubit Presiden Lai Ching-te (賴清德) di antara jari-jarinya, dengan komentar yang termasuk "Dapat si kecil Lai Ching-te."

Mahasiswa bermarga Wang (王) yang mengikuti program pertukaran di National Taiwan University (NTU) itu dikawal petugas Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) ke bea cukai sebelum meninggalkan Taiwan, menurut foto-foto yang dirilis NIA.

"Perilaku Wang mengakibatkan pencabutan izin masuk dan deportasi. Ia juga akan dilarang masuk ke Taiwan selama lima tahun," kata NIA dalam rilis pers.

NIA mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada Pasal 12 Peraturan tentang Izin Masuk Rakyat dari Wilayah Daratan ke Wilayah Taiwan, yang mencantumkan alasan deportasi, termasuk "perilaku yang melanggar prinsip kesetaraan dan martabat."

Menurut video yang diperoleh media lokal, Wang tampak merekam Lai dari sebuah aula NTU saat Lai berbicara di sebuah acara tentang pengembangan talenta pada Senin, sehingga terlihat seolah-olah Wang sedang mencubit Lai di antara jarinya.

(Sumber Gambar : Tangkapan layar Tiktok)
(Sumber Gambar : Tangkapan layar Tiktok)

Unggahan tersebut disertai keterangan: "Lai Ching-te ada tepat di depanmu. Mungkinkah ini satu-satunya kesempatan dalam hidupmu?" dan tagar #Unifikasi lintas selat, #Menentang kemerdekaan Taiwan, dan #Semoga Taiwan segera kembali ke tanah air.

Ia juga menulis "Dapat si kecil Lai Ching-te" di kolom komentar, menurut laporan media lokal.

Wang kemudian menghapus unggahan tersebut dari Douyin dan mengeluarkan permintaan maaf setelah mendapat kritik di dunia maya, tetapi insiden ini sudah terlanjur menarik perhatian publik.

Dalam pernyataannya, Wang mengatakan ia menyadari unggahan tersebut tidak pantas setelah membaca komentar dan merenungkannya. Ia mengatakan terbuka terhadap kritik dan saran serta dengan tulus meminta maaf kepada pihak yang terdampak.

Menurut laporan United Daily News, mahasiswa tersebut diberitahu tentang deportasi pada Kamis malam setelah NIA berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Dewan Urusan Tiongkok Daratan sebelum mengambil keputusan.

Tanggapan NTU

Menanggapi kasus tersebut, NTU hari Jumat menyatakan telah mendampingi mahasiswa tersebut saat diperiksa pihak berwenang dan memberikan bantuan kepadanya.

NTU mengatakan pihaknya menghormati penegakan aturan terkait oleh pemerintah dan tetap berkomitmen pada kebebasan berekspresi serta lingkungan kampus yang terbuka, beragam, dan saling menghormati.

NTU berharap insiden ini dapat membantu mahasiswa lebih memahami bahwa kebebasan berbicara juga harus disertai dengan menghormati orang lain.

Pandangan lain

Sebelum deportasi Wang diumumkan, Sekretaris Jenderal Strait Exchange Foundation (SEF) -- organisasi semiresmi yang membantu menangani urusan lintas selat -- Luo Wen-jia (羅文嘉) mengatakan jika mahasiswa tersebut ingin tetap tinggal di Taiwan dan menyelesaikan program pertukarannya, "Saya pikir kita harus menghormati pilihannya."

"Ini juga bisa menjadi pelajaran untuk memahami Taiwan," ujarnya dalam jumpa pers rutin saat diminta komentar terkait kasus tersebut. Ia menambahkan bahwa SEF tidak bertanggung jawab atau terlibat dalam diskusi dengan otoritas lain terkait kasus ini.

Setelah deportasi, Luo mengatakan ia menghormati keputusan otoritas dan berharap kasus ini tidak memengaruhi pertukaran mahasiswa Tiongkok ke Taiwan.

(Oleh Liu Chien-bang, Chen Chih-chung, Lee Ya-wen, Shih Hsiu-chuan, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.