Taipei, 16 Okt. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan ambil bagian dalam Halal Supervisor Training for MSMEs Batch XXVIII yang digelar secara daring pada 6–7 Oktober 2026, berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem halal bagi diaspora Indonesia.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh CNA, keterlibatan diaspora warga NU dalam pelatihan ini menjadi jembatan penting untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak akan penjaminan produk halal di luar negeri.
Selama pelatihan, para peserta digembleng dengan materi komprehensif. Mulai dari regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), proses sertifikasi, konsep halal-haram, fatwa halal, hingga penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Pembekalan ini dirancang agar para kader mampu mengelola dan mengawasi produk halal secara sistematis serta profesional.
Pelatihan tersebut berkaitan dengan pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia resmi jatuh pada bulan Oktober 2026 ini. Di tengah desakan regulasi tersebut, kesiapan pelaku usaha menjadi agenda yang super strategis, kata PCINU Taiwan.
Hadirnya SDM yang menguasai SJPH diharapkan mampu menuntun para pelaku usaha melewati proses sertifikasi, sekaligus menjaga konsistensi standar halal dalam bisnis mereka, tulis keterangan tersebut.
Bagi PCINU Taiwan, penguatan ekosistem ini bukan sekadar urusan selembar sertifikat resmi. Ini adalah ikhtiar besar untuk membangun kepercayaan publik, mendongkrak kualitas layanan, dan membuka keran ekonomi yang lebih luas bagi umat melalui semangat mengabdi pada NU.
Saat dihubungi oleh CNA, Ketua PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM halal ini memegang peran vital, terutama dalam menyokong kebutuhan riil warga Indonesia di Taiwan.
"Ini memiliki arti penting, terutama dalam mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan, termasuk pelaku usaha, Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta jaringan bisnis yang berkaitan dengan produk halal," ujar Ghofur.
Ghofur menambahkan, partisipasi aktif ini membuka peluang kolaborasi lintas negara yang lebih masif antara PCINU Taiwan dan ITS. Sinergi antara dunia akademis, organisasi masyarakat, diaspora, dan sektor usaha diharapkan tidak hanya memperkuat literasi halal, tetapi juga melahirkan rantai nilai halal yang inklusif serta berdaya saing global.