Konser amal lintas agama sukses digelar oleh komunitas KITA

13/10/2026 12:12(Diperbaharui 13/10/2026 12:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Choir yang berada dalam konser amal lintas agama bertajuk "The Stardust Symphony". (Sumber Foto : Istimewa).
Choir yang berada dalam konser amal lintas agama bertajuk "The Stardust Symphony". (Sumber Foto : Istimewa).

Taipei, 13 Okt. (CNA) Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan (KITA) sukses menggelar konser amal lintas agama bertajuk "The Stardust Symphony" pada Jumat (9/10) di Gereja Katolik Holy Family (天主教聖家堂), Distrik Daan, Taipei. Mmenyatukan sekitar 300 pengunjung dari berbagai latar belakang keyakinan dan negara untuk satu tujuan, berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

Melalui pementasan drama musikal selama 90 menit, panitia berhasil mengumpulkan donasi sebesar NT$ 40.000 (Rp22 juta). Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya kepada Good Shepherd Social Welfare, sebuah yayasan yang berfokus pada perlindungan anak-anak terlantar, perempuan korban kekerasan, hingga korban perdagangan manusia di Taiwan.

Pementasan drama musikal selama 90 menit. (Sumber Foto : Istimewa)
Pementasan drama musikal selama 90 menit. (Sumber Foto : Istimewa)

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.30 malam ini melibatkan sedikitnya 50 pengisi acara, mulai dari aktor, penulis naskah, pemain band, hingga 20 anggota paduan suara.

Ketua Panitia Pelaksana, Kenneth Ryan Kusumah, menjelaskan bahwa drama berbahasa Inggris ini mengemas pesan moral yang mendalam melalui perpaduan musik langsung, teater, dan tarian.

"Sinopsisnya berkisah tentang tiga jiwa muda yang lelah dan kehilangan api semangat akibat rutinitas hidup. Namun, mereka menemukan kembali jati diri dan harapan baru setelah melihat perjuangan anak-anak dan perempuan yang berada dalam kesulitan. Mereka pun memutuskan bangkit untuk mengulurkan tangan membantu," ujar Kenneth, yang menjabat sebagai Ketua Divisi Kebugaran Fisik dan Ramah Tamah KITA.

Meski digelar di dalam gereja Katolik, penonton yang memadati ruang acara tidak hanya datang dari komunitas Kristen atau Katolik, melainkan lintas agama. (Sumber Foto : Istimewa).
Meski digelar di dalam gereja Katolik, penonton yang memadati ruang acara tidak hanya datang dari komunitas Kristen atau Katolik, melainkan lintas agama. (Sumber Foto : Istimewa).

Meski digelar di dalam gereja Katolik, atmosfer inklusivitas sangat terasa. Penonton yang memadati ruang acara tidak hanya datang dari komunitas Kristen atau Katolik, melainkan juga dihadiri oleh rekan-rekan Muslim, Buddha, dan Hindu. Menariknya, penonton pun tidak terbatas pada warga negara Indonesia (WNI) saja, tetapi juga warga lokal Taiwan dan ekspatriat asing lainnya.

"Konser amal berbasis kemanusiaan seperti ini sudah lima kali kami adakan. Visi KITA adalah bergerak untuk sesama tanpa memandang sekat agama. Ini adalah gerakan universal," tambah Kenneth, alumni National Taiwan University yang telah menetap di Taiwan selama lima tahun.

Sekitar 300 pengunjung memadati konser amal yang digelar oleh komunitas KITA. (Sumber Foto : Istimewa).
Sekitar 300 pengunjung memadati konser amal yang digelar oleh komunitas KITA. (Sumber Foto : Istimewa).

Ia menekankan bahwa bantuan dari yayasan yang mereka pilih kali ini, yayasan Good Shepherd juga bersifat inklusif. Yayasan tersebut mengelola rumah penampungan yang melindungi siapa saja yang membutuhkan perlindungan di Taiwan, termasuk para pekerja migran asing.

Dukungan penuh juga datang dari pihak Gereja Holy Family. Romo Vincentius Lin, perwakilan gereja sekaligus anggota Kelompok Misionaris Taiwan, menyatakan rasa bahagianya bisa membuka pintu gereja untuk acara lintas iman ini.

"Kegiatan ini sangat luar biasa. Saya melihat langsung bagaimana teman-teman dari berbagai agama, profesi, dan negara berkumpul di sini. Acara ini membuktikan bahwa bahasa kemanusiaan bisa menyatukan semua orang," ungkap Romo Vincent, yang sehari-hari aktif melayani kebutuhan spiritual warga Indonesia dan warga lokal di Taiwan.

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.