Taipei, 18 Okt. (CNA) Yuan Eksekutif (Kabinet Taiwan) hari Kamis (15/10) menyetujui rencana nasional pencegahan dan perawatan demensia yang ditingkatkan dengan tujuan mencapai target "Taiwan Ramah Demensia 888" pada 2035, memperluas dukungan bagi pasien yang lebih muda sekaligus memperkuat diagnosis dini, perawatan jangka panjang, dan kesadaran publik.
Kebijakan dan Rencana Aksi Pencegahan dan Perawatan Demensia 3.0, yang diusulkan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), diintegrasikan ke dalam Rencana Perawatan Jangka Panjang 3.0 pemerintah dan berfokus pada "semua usia, semua tahap penyakit, dan dukungan komprehensif."
Di bawah rencana ini, pemerintah menargetkan pada 2035 untuk mencapai tingkat diagnosis demensia yang akurat sebesar 80 persen, cakupan layanan sebesar 80 persen bagi penderita demensia, dan literasi demensia sebesar 80 persen di antara personel di organisasi dan sektor layanan yang ditunjuk.
Inisiatif ini dibangun di atas target "Taiwan Ramah Demensia 777" yang dicapai pada 2025, di mana lebih dari 70 persen penderita demensia menerima diagnosis dan layanan, lebih dari 70 persen pengasuh keluarga memperoleh dukungan, dan setidaknya 7 persen masyarakat menunjukkan kesadaran demensia yang memadai.
Untuk pertama kalinya, rencana ini akan mencakup orang di bawah usia 50 tahun dengan disabilitas yang mengalami demensia dini, dengan tujuan memperlambat perkembangan penyakit.
Wakil Menteri Kesehatan Lue Jen-der (呂建德) mengatakan kementerian telah melihat peningkatan kasus demensia di kalangan orang yang lebih muda dan akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantu pasien menyesuaikan pekerjaan atau pengaturan kerja mereka.
Menurut data MOHW, Taiwan memiliki sekitar 10.000 orang dengan demensia dini dan sekitar 400.000 lansia yang hidup dengan kondisi tersebut.
Rencana ini juga bertujuan untuk memperluas perencanaan perawatan lanjutan, meningkatkan sumber daya perawatan demensia, dan memperbaiki dukungan bagi pasien dan pengasuh.
Pada 2035, pemerintah menargetkan untuk meningkatkan jumlah pusat perawatan demensia terintegrasi dari 133 saat ini menjadi 153, memperluas lokasi layanan demensia komunitas dari sekitar 580 menjadi 628, dan meningkatkan jumlah pusat dukungan pengasuh dari 191 menjadi 200. Pemerintah juga berencana menyediakan 4.000 tempat tidur khusus perawatan demensia dan memperluas layanan perawatan jangka panjang hingga mencakup 420.000 orang.
Pihak berwenang juga berencana membantu setidaknya 665 orang dengan demensia dini untuk tetap bekerja atau kembali ke dunia kerja melalui bantuan ketenagakerjaan dan program redesain pekerjaan.
Pemerintah juga akan mempromosikan lingkungan ramah demensia dengan menerbitkan pedoman layanan untuk tempat umum dan memperluas komunitas serta organisasi ramah demensia, sesuai dengan rencana tersebut.
Juru bicara Kabinet Michelle Lee (李慧芝) mengatakan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menginstruksikan MOHW untuk memberikan penekanan lebih besar pada promosi kesehatan, pencegahan risiko, dan skrining dini sekaligus memastikan layanan konseling psikologis dan diagnosis yang memadai.
MOHW sebelumnya pada Kamis dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa rencana tersebut akan berfokus pada empat bidang: pencegahan di hulu, diagnosis yang akurat, kapasitas layanan yang lebih kuat, dan perlindungan hak.
MOHW juga menyatakan akan mempelajari apakah obat demensia akan dimasukkan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (NHI).
Selesai/JC