Taipei, 13 Okt. (CNA) Pemerintah Taiwan akan terus memantau rumor daring bahwa wabah pes telah menyebar dari Rusia ke Tiongkok dan mungkin akan memperkuat langkah-langkah karantina yang sudah ada, kata Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) pada Selasa (13/10).
Dalam sebuah rapat Yuan Legislatif (Parlemen), Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Wang Ting-yu (王定宇) mengatakan bahwa rumor telah beredar bahwa penyakit tersebut telah menyebar ke beberapa provinsi di Tiongkok.
Ia menanyakan kepada Cho apakah pemerintah telah bersiap untuk mencegah penyakit tersebut menyebar ke Taiwan, mengingat seringnya pertukaran antara Taiwan dan Tiongkok, serta seberapa besar kekhawatiran pemerintah terhadap dugaan wabah tersebut.
Cho mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan telah menerapkan langkah-langkah karantina perbatasan setelah memberikan penjelasan kepada Yuan Eksekutif (Kabinet) mengenai isu tersebut dua pekan lalu.
Pemerintah "sangat, sangat prihatin," kata Cho, seraya menambahkan bahwa otoritas terkait akan terus memantau informasi daring dari Tiongkok tentang penyakit tersebut untuk mengidentifikasi setiap perkembangan yang "mencurigakan" dan menentukan apakah langkah-langkah karantina perlu diperkuat sesuai kebutuhan.
Ketika ditanya oleh Wang tentang tuduhan bahwa unggahan daring terkait kasus pes di Provinsi Sichuan telah dihapus, Menteri Dewan Urusan Daratan (MAC) Chiu Chui-cheng (邱垂正) mengatakan bahwa Tiongkok selalu "tidak transparan" mengenai wabah penyakit.
Ia menambahkan bahwa MAC akan tetap berkomunikasi erat dengan kementerian kesehatan untuk memastikan para pebisnis Taiwan yang bekerja di Tiongkok mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi.
Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) mengatakan kementeriannya telah menghubungi Organisasi Kesehatan Dunia untuk memverifikasi apakah kematian seorang pekerja laboratorium berusia 28 tahun di Irkutsk Anti-Plague Research Institute Rusia, pada 2 Oktober disebabkan oleh pes.
"Namun, sejauh ini, tidak ada hasil tes patogen atau sampel lain yang menunjukkan hasil positif, sehingga pada saat ini belum dapat disimpulkan bahwa pes benar-benar menjadi penyebabnya," kata Shih.
Selesai/IF