Peringatan Hari Tionghoa Perantauan ke-74 soroti peran masyarakat Tionghoa di luar negeri

12/10/2026 16:05(Diperbaharui 12/10/2026 16:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Peringatan Hari Tionghoa Perantauan ke-74 yang digelar Federation Of Overseas Chinese Associations di Taipei hari Minggu. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)
Peringatan Hari Tionghoa Perantauan ke-74 yang digelar Federation Of Overseas Chinese Associations di Taipei hari Minggu. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)

Taipei, 12 Okt. (CNA) Sejumlah pejabat Taiwan menyoroti peran Tionghoa perantauan lintas generasi bagi Republik Tiongkok (ROC), dalam peringatan Hari Tionghoa Perantauan ke-74 yang digelar Federation Of Overseas Chinese Associations (FOCA) di Taipei hari Minggu (11/10).

Pelaksana Tugas Menteri Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Lee Yen-hui (李姸慧) mengatakan Tionghoa perantauan merupakan "ibu penyelamat negara" di masa revolusi, dan hingga kini tetap menjadi kekuatan penting yang mendukung Taiwan.

Tionghoa perantauan di seluruh dunia telah lama mengembangkan kiprah mereka di berbagai negara, mewariskan kebudayaan, mendorong pembangunan ekonomi setempat, serta secara aktif membantu pelajar keturunan untuk melanjutkan pendidikan dan mencari pekerjaan di Taiwan, kata Lee.

Lee menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kebijakan untuk merekrut dan mempertahankan talenta, serta secara aktif menarik dan mempertahankan tenaga berbakat.

Pemerintah juga akan memadukan keunggulan teknologi kecerdasan buatan (AI) Taiwan dengan sumber daya komunitas Tionghoa perantauan di sektor teknologi global, termasuk di Silicon Valley, Amerika Serikat, ucapnya.

Dengan demikian, Tionghoa perantauan dapat menjadi perpanjangan tangan dan penopang terkuat Taiwan di luar negeri, bersama-sama meningkatkan daya saing internasional dan memperkuat kekuatan negara, tambah Lee.

Pelaksana Tugas Menteri Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri Lee Yen-hui. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)
Pelaksana Tugas Menteri Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri Lee Yen-hui. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)

Sementara itu, Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu (韓國瑜) menceritakan sejumlah kisah perjuangan Tionghoa perantauan. "Setiap kisah Tionghoa perantauan yang berjuang di luar negeri adalah kisah yang mengharukan," ucapnya.

"Ada banyak Tionghoa perantauan yang berjuang di lima benua dan tujuh samudra. Kami sangat terharu bahwa ketika kalian meninggalkan kampung halaman, tanah Taiwan yang membesarkan kalian, lalu terbang ke luar negeri, tidak ada jalan untuk kembali, hanya ada satu kata: maju," kata Han.

"Maka hari ini, boleh dikatakan banyak yang telah meraih keberhasilan, menafkahi keluarga, membangun kehidupan yang mapan, bahkan bersinar dan memberi sumbangsih. Ini sungguh sangat mengharukan," ujarnya.

OCAC, ucapnya, harus memastikan keturunan Tionghoa perantauan untuk menjaga bahasa Mandarin dan budaya Tionghoa, termasuk dengan membawa mereka kembali ke Taiwan agar "menerima pendidikan budaya Tionghoa yang lengkap," terutama aksara Han tradisional.

Dewan tersebut juga harus menaikkan anggaran agar lebih aktif melayani Tionghoa perantauan di seluruh dunia, menurut Han.

"Di tanah Taiwan ini, di ROC, setiap kali ada bencana alam atau buatan manusia, yang pertama merespons pasti adalah para rekan-rekan perantau kita," tambah Han.

"Anda sekalian selalu merupakan salah satu kekuatan paling penting bagi ROC. Saya juga berharap kalian yang berjuang di negeri orang bisa menjalani hidup dengan baik, menjaga kesehatan dengan baik, menjaga kondisi tubuh dengan baik, dan lebih sering pulang ke kampung halaman," kata Han.

Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an (蔣萬安) kemudian berterima kasih atas "pengabdian dan pengorbanan besar yang selama ini diberikan" Tionghoa perantauan bagi ROC, baik sejak membantu revolusi dan mendirikan negara, hingga kini turut membangun Taiwan.

Dari kiri: Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an, dan Ketua Federation Of Overseas Chinese Associations, Tung Hui-chen. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)
Dari kiri: Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an, dan Ketua Federation Of Overseas Chinese Associations, Tung Hui-chen. (Sumber Foto : CNA, 11 Oktober 2026)

Ketua FOCA, Tung Hui-chen (童惠珍) mengatakan semangat Tionghoa perantauan yang tidak gentar menghadapi kesulitan dan terus mewariskan kebudayaan Tionghoa merupakan aset paling berharga dalam pendirian dan pembangunan ROC.

Di tengah gejolak geopolitik dan penataan ulang rantai pasok global, kata Tung, dunia kini juga tengah memasuki babak lain dari revolusi AI.

Jika keunggulan Taiwan dalam revolusi teknologi dapat dipadukan dengan kekuatan komunitas Tionghoa perantauan di seluruh dunia, mereka akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan Taiwan dengan dunia untuk bersama-sama memperluas ruang gerak internasional, ucapnya.

Seiring pemilihan langsung pejabat daerah di Taiwan akan dilakukan pada 28 November, acara juga diramaikan narasi-narasi yang mendukung kandidat dari Kuomintang, partai oposisi yang sejumlah anggotanya hadir, termasuk Han, Chiang, dan Tung.

Hari Tionghoa Perantauan ditetapkan jatuh pada tanggal 21 Oktober berdasarkan perintah mendiang Presiden Chiang Kai-shek (蔣中正), bertepatan dengan berdirinya FOCA dan dimulainya Konferensi Urusan Tionghoa Perantauan Sedunia di Taipei pada 1952.

FOCA terus mempromosikan urusan Tionghoa perantauan dan pendidikan bagi komunitas tersebut, menyelenggarakan perayaan Hari Tionghoa Perantauan, memberikan beasiswa, serta menerbitkan surat kabar, sehingga berkontribusi besar dalam mempererat ikatan diaspora di seluruh dunia, menurut OCAC.

Komunitas Tionghoa di luar negeri tercatat memegang peran penting dalam revolusi yang menggulingkan Dinasti Qing dan mendirikan ROC pada 1912, termasuk dengan menyumbangkan dana, membangun organisasi, menyebarkan gagasan, hingga membantu pemberontakan.

Sun Yat-sen (孫中山), yang dikenal luas sebagai pendiri ROC dan presiden sementara pertamanya, besar di Hawaii dan berulang kali melakukan perjalanan ke Asia, Amerika, dan Eropa untuk menggalang dana serta dukungan politik dari Tionghoa perantauan semasa revolusi.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.