Festival Batik Ke-10 di Taiwan siap digelar akhir pekan ini

02/10/2026 08:57(Diperbaharui 02/10/2026 08:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Gambar : IDN Taiwan)
(Sumber Gambar : IDN Taiwan)

Taipei, 2 Okt. (CNA) Indonesian Diaspora Network (IDN) Taiwan bersiap menggelar hajatan budaya akbar, Festival Batik yang ke-10, bertempat di National Taiwan Museum cabang Nanmen, akan berlangsung selama dua hari penuh, mulai Sabtu hingga Minggu, 3–4 September 2026.

Ketua Panitia Pelaksana, Claudio Batistuta Purnama, mengungkapkan bahwa festival yang telah menginjak satu dekade ini akan tampil beda dan semakin semarak karena dihiasi oleh ikon budaya Jakarta, yakni penampilan ondel-ondel Betawi, serta rangkaian kompetisi bergengsi seperti peragaan busana dan lomba video pendek.

"Kegiatan ini bertujuan kuat untuk memperkenalkan sekaligus mengobati rasa rindu akan warisan budaya Indonesia bagi diaspora, pekerja migran, maupun imigran di Taiwan. Tak hanya itu, kami juga ingin mengenalkan kekayaan nusantara ini kepada warga lokal Taiwan," ujar Claudio.

Pihak panitia telah merancang dua hari acara yang sangat menarik dan interaktif bagi para pengunjung yang hadir. Hari pertama pada 3 Oktober  pengunjung bisa merasakan langsung pengalaman budaya lewat workshop membatik dan workshop membuat ondel-ondel Betawi.

Sementara di hari kedua, panggung utama akan diisi dengan kompetisi peragaan busana baju batik daerah, pengumuman lomba video pendek bertema batik dan budaya, serta pameran eksklusif baju batik dan kebaya.

Suasana festival juga akan dimeriahkan oleh deretan pertunjukan seni dari talenta diaspora Indonesia di Taiwan, mulai dari Koming Hood, Ary Whena, Joel Stuart, PCINU, Tianmu Choir, hingga kelompok tari UTers Dance. Bagi pemburu kuliner, sebuah bazar aneka makanan khas Indonesia siap memanjakan lidah Anda sepanjang acara berlangsung.

Festival tahun ini juga menghadirkan dua panggung lomba besar, yaitu lomba Peragaan Busana yang terbuka untuk seluruh diaspora Indonesia di Taiwan, dengan tema Batik & Kebaya. Peserta wajib menyiapkan perlengkapan dan properti busana masing-masing. 

"Busana dan penampilan wajib bersifat sopan, sesuai norma kesusilaan, bebas SARA, dan tetap mencerminkan nilai luhur budaya Indonesia," tegas Claudio. 

“Panitia akan menyaring enam pemenang utama dan satu juara favorit,” tambahnya.
 
Ada juga lomba Video Pendek Festival Batik & Betawi 2026. Lomba ini mengajak masyarakat Indonesia di Taiwan berkreasi memperkenalkan kekayaan Batik dan budaya Betawi lewat konten video yang kreatif, informatif, dan menarik. Tersedia tiga kuota hadiah utama bagi karya-karya video terbaik yang terpilih.

Di akhir keterangannya, Claudio mengajak segenap warga Indonesia untuk tidak melewatkan momen berharga ini. 

"Ayo datang, ajak teman-teman dan keluarga, kita ramaikan kegiatan ini bersama-sama di hari pertama maupun hari kedua. Mari kita merahkan Taiwan dengan kebanggaan berbatik dan berkebaya!" serunya penuh antusias.

(Oleh Miralux)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.