AS janjikan perlindungan pasca dugaan pengawasan Tiongkok terhadap putra Presiden Lai

06/10/2026 14:40(Diperbaharui 06/10/2026 14:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 6 Agustus 2026)
Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 6 Agustus 2026)

Washington, 6 Okt. (CNA) Amerika Serikat hari Senin (5/10) berjanji akan melindungi individu-individu di wilayahnya dari "tindakan melampaui batas" oleh pemerintah asing, setelah seorang wanita ditangkap pada Minggu oleh Biro Investigasi Federal (FBI) karena diduga memata-matai putra Presiden Lai Ching-te (賴清德) atas nama Tiongkok.

"Kami berkomitmen untuk menjaga kedaulatan kami, menjaga keamanan komunitas kami, dan melindungi individu-individu dari tindakan pemerintah dan rezim asing yang melampaui batas yang berusaha membungkam, mengintimidasi, melecehkan, menyakiti, atau mengoersi individu-individu di dalam perbatasan kami," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menanggapi permintaan komentar dari CNA.

Menurut Bill Essayli, asisten utama jaksa AS untuk Distrik Tengah California, Wanying Zhang (34), agen lahan yasan di California, ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles sebelum ia berangkat ke Tiongkok.

Penangkapan Zhang, seorang warga negara AS naturalisasi kelahiran Tiongkok, menarik perhatian anggota parlemen AS terkait dugaan ancaman keamanan yang ditimbulkan Beijing.

Dalam tulisannya di X, Senator Partai Republik Marsha Blackburn menuduh Tiongkok "berusaha mengekspor pengawasan represifnya ke Amerika," sementara Senator Partai Republik Pete Ricketts mengatakan AS "harus tetap waspada" terhadap ancaman yang ditimbulkan "mata-mata dan penipuan di tanah Amerika."

Essayli mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Zhang diduga bertindak sebagai agen pemerintah Tiongkok yang tidak terdaftar dan memata-matai kerabat dekat seorang pejabat tinggi pemerintah Taiwan.

Senada dengan Essayli, Direktur FBI Kash Patel mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa pemerintah Tiongkok diduga telah mengirim seorang agen ke AS untuk memantau "keluarga presiden Taiwan."

CBS News, mengutip pengaduan FBI, hari Minggu melaporkan bahwa Zhang dan seorang pria yang hanya diidentifikasi sebagai "Individu 1" terbang dari Las Vegas ke Seattle pada 1 September 2025, menyewa Nissan Rogue hitam dan berkendara ke rumah target, merujuk pada putra Lai, Lai Ting-yu (賴廷與).

Laporan tersebut mengatakan gambar dari kamera keamanan tetangga yang disertakan dalam pengaduan tampaknya menunjukkan kedua orang itu merekam Lai Ting-yu, istrinya, dan anak mereka saat mereka tiba di rumah malam itu.Zhang diduga mengirim pesan kepada penghubung pemerintah Tiongkok melalui WeChat berdasarkan surat perintah penggeledahan untuk akun iCloud miliknya.

Menurut Associated Press, Zhang hadir di pengadilan pada Senin untuk sidang awal, tetapi belum secara resmi didakwa.

Lai Ting-yu, seorang insinyur berusia 30-an yang pernah belajar di perguruan tinggi AS, kini bekerja di perusahaan elektronik Belanda, Philips, menurut laporan media Taiwan.

Di Taipei, Kantor Kepresidenan dalam pernyataannya hari Senin mengecam dugaan pengawasan terhadap putra Lai, menyebutnya sebagai "kasus tipikal represi transnasional."

Baca juga: Taiwan kecam dugaan pengawasan Tiongkok terhadap putra Presiden Lai di AS

Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam wawancara hari Selasa mengatakan Tiongkok telah melakukan represi lintas negara yang membahayakan hak asasi manusia dan tidak bisa didiamkan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk memerhatikan keselamatan.

Menteri Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), Chiu Chui-cheng (邱垂正) dalam wawancara hari Selasa mengatakan penindasan transnasional oleh Partai Komunis Tiongkok sejak awal tidak terbatas pada pihak tertentu, sebaliknya berupaya meluas menjadi pemaksaan kolektif terhadap seluruh rakyat Taiwan dan menciptakan efek gentar.

Kementerian Luar Negeri (MOFA) dalam pernyataan hari Senin melontarkan kecaman keras, serta menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersama-sama mengecam dan mengambil langkah penanggulangan.

Untuk memperkuat perlindungan terhadap keselamatan warga Taiwan di luar negeri, kata MOFA, pihaknya akan berpegang pada prinsip tiga aspek, yaitu pencegahan, perlindungan, dan penanggulangan, serta terus bekerja sama secara erat dengan seluruh negara sahabat demokratis, termasuk Amerika Serikat.

MOFA juga menyampaikan terima kasih kepada pihak berwenang AS atas tindakan cepat yang mereka ambil untuk menegakkan hak asasi manusia dan menjamin keselamatan warga Taiwan di sana.

(Oleh Elaine Hou, Tony Liao, Lin Hung-han, Ko Lin, Frances Huang, Chen Chun-hua, Tseng Yi-ning, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.