Taipei, 16 Sep. (CNA) Taiwan berencana untuk mengizinkan otoritas jalan raya menggunakan data kesehatan untuk mengidentifikasi pengemudi yang mungkin sudah tidak lagi layak secara medis untuk memegang surat izin mengemudi, kata pemerintah pada hari Selasa (15/9).
Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mengatakan bahwa sistem yang diusulkan akan mencakup pengemudi dengan gangguan penglihatan, epilepsi, serta demensia sedang atau berat.
Dalam rencana tersebut, otoritas jalan raya secara berkala akan memperoleh data tentang tiga kondisi tersebut yang dimiliki oleh lembaga pemerintah, termasuk informasi yang dikumpulkan dari orang-orang yang mengajukan subsidi pemerintah tertentu atau program asuransi.
Otoritas jalan raya kemudian akan mencocokkan informasi ini dengan catatan pengemudi.
Pengemudi yang diidentifikasi sebagai kemungkinan sudah tidak layak lagi untuk mengemudi akan diminta untuk menjalani tinjauan kualifikasi baru. Mereka yang gagal harus menyerahkan SIM mereka.
Sekitar 47.000 pengemudi dapat terpengaruh oleh sistem ini, yang diperkirakan akan mulai berlaku pada akhir tahun 2026, kata MOTC.
Saat ini, pemeriksaan semacam itu mungkin tidak dilakukan sampai pengemudi memperbarui SIM mereka.
MOTC mengatakan sistem yang diusulkan ini dimaksudkan untuk mengatasi kasus di mana pengemudi mengalami kondisi medis atau perubahan terkait usia setelah menerima SIM yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mengemudi dengan aman.
Usulan ini mengikuti amandemen Undang-Undang Manajemen dan Sanksi Lalu Lintas Jalan yang diumumkan pada November lalu.
Amandemen tersebut mengharuskan pengemudi untuk menjalani tinjauan kualifikasi baru jika perubahan kondisi fisik atau mental mereka berarti mereka tidak lagi memenuhi standar yang diperlukan untuk mengemudi.
Peraturan yang diusulkan menetapkan data apa saja yang boleh diberikan oleh lembaga pemerintah dan bagaimana otoritas dapat mengumpulkan, memproses, dan menggunakannya.
Kementerian mengatakan informasi yang dikumpulkan akan dibatasi pada fungsi penglihatan, epilepsi, serta demensia sedang atau berat, sesuai dengan prinsip minimalisasi data.
Usulan ini muncul di tengah kekhawatiran tentang keselamatan pengemudi dengan kondisi medis tertentu.
Di bawah peraturan saat ini, misalnya, orang dengan epilepsi dapat mengajukan permohonan SIM jika mereka memberikan surat keterangan dokter yang menunjukkan bahwa mereka telah bebas dari kejang setidaknya selama dua tahun.
Selesai/ja