Taipei, 6 Agu. (CNA) Pemerintah Taiwan akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait untuk mencari penghapusan atau pemblokiran sebuah platform Tiongkok yang menargetkan pemuda Taiwan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Hubungan Lintas Selat, kata Menteri Dewan Urusan Daratan (MAC) Chiu Chui-cheng (邱垂正) hari Rabu (5/8).
Berbicara setelah sesi legislatif, Chiu mengatakan bahwa platform "Taiwan Youth e-Home" (台青e家) mengaku membantu pemuda Taiwan mencari peluang pendidikan dan pekerjaan di Tiongkok, aktivitas yang menurutnya melanggar Pasal 23 dan 34 dari undang-undang tersebut.
Pasal 23 mewajibkan individu dan organisasi untuk mendapatkan persetujuan pemerintah terlebih dahulu sebelum merekrut siswa di Taiwan atas nama institusi pendidikan Tiongkok.
Sementara itu, Pasal 34 mengizinkan iklan atau kegiatan promosi di Taiwan untuk barang, jasa, atau hal lain dari Tiongkok hanya jika telah mendapat otorisasi berdasarkan undang-undang tersebut.
Chiu juga memperingatkan bahwa pengguna dapat menghadapi risiko signifikan dengan menyerahkan informasi pribadi melalui platform tersebut.
Ia menuduh Beijing menggunakan platform itu untuk "mengatur Taiwan sebelum unifikasi" dan melakukan perang opini publik serta psikologis terhadap Taiwan.
Pendekatan langsung platform tersebut kepada pelajar Taiwan adalah "masalah yang sangat serius," kata Chiu, seraya menambahkan bahwa MAC akan berkoordinasi dengan lembaga lain untuk menghapus atau memblokirnya.
Hingga pukul 18.00 Rabu, CNA masih dapat mengakses platform tersebut dari Taiwan.
"Taiwan Youth e-Home" diluncurkan pada 15 Juli dengan tujuan yang dinyatakan untuk "lebih mendukung pengembangan terintegrasi kaum muda di seluruh Selat Taiwan," menurut pengantar yang diterbitkan pada 22 Juli oleh Kantor Urusan Taiwan Tiongkok (TAO).
Platform ini dibagi menjadi empat bagian utama yang mencakup magang, pekerjaan, pertukaran, dan pendidikan. Platform ini juga menyediakan informasi tentang provinsi dan kota di Tiongkok, kebijakan pemerintah, serta pengalaman pemuda Taiwan di Tiongkok.
Bagian magang dan pekerjaan memungkinkan pengguna mencari lowongan dan mengajukan lamaran secara daring, sementara bagian pendidikan mengumpulkan kebijakan penerimaan, prosedur pendaftaran, dan program akademik yang ditawarkan oleh universitas-universitas Tiongkok, kata TAO.
Menanggapi peringatan MAC sebelumnya bahwa platform tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi pemuda Taiwan dan kemudian mengeksploitasinya untuk menekan mereka, juru bicara TAO Chen Binhua (陳斌華) menepis kekhawatiran tersebut sebagai "fitnah yang disengaja" dalam jumpa pers pada 29 Juli.
"Apakah ada platform pencarian kerja daring di wilayah Taiwan yang tidak mengharuskan pengguna memberikan nama atau mengirimkan résumé?" tanya Chen, mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan.
Chen mengatakan hampir 2.000 perusahaan telah bergabung dengan platform tersebut dan memposting hampir 6.000 lowongan.
Ia mengatakan platform tersebut mematuhi prinsip "minimum yang diperlukan" saat mengumpulkan informasi dan secara ketat melindungi data pribadi pencari kerja sesuai dengan hukum.