Pria yang diduga serang komentator Jepang yang berbasis di Taiwan ditahan

08/07/2026 17:55(Diperbaharui 08/07/2026 17:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA, 7 Juli 2026)
(Sumber Foto : CNA, 7 Juli 2026)

Taipei, 8 Juli (CNA) Pengadilan Distrik Taichung menyetujui permintaan kejaksaan pada Selasa (7/7) untuk menahan seorang pria yang diduga menyerang komentator politik Jepang yang berbasis di Taipei, Akio Yaita, yang sering mengkritik Tiongkok.

Tersangka, bermarga Liu (廖) (33) dari Hong Kong, ditangkap pada Senin sore setelah memukul wajah Yaita, CEO Indo-Pacific Strategy Thinktank yang berbasis di Taipei, pada Senin. Serangan itu terjadi setelah komentator politik tersebut memberikan pidato di sebuah hotel di Taichung.

Kepolisian mengatakan Liu telah berusaha meninggalkan Taiwan dari bandara Taichung sebelum ditangkap.

Menurut kepolisian, Liu, yang berasal dari provinsi Guangdong, Tiongkok, memiliki status penduduk tetap Hong Kong. Ia tiba di Taiwan pada Kamis lalu sebagai turis dan menginap di sebuah hotel di Taichung.

Selama masa tinggalnya, Liu berpindah lokasi dua atau tiga kali, menurut kepolisian. Tempat terakhirnya adalah sebuah hotel yang terletak di seberang lokasi kejadian, di mana ia mengamati area sekitar sebelum melakukan serangan.

Kepolisian menemukan bahwa Liu sempat berkomunikasi dengan seseorang pada masa tinggalnya, tetapi orang tersebut telah meninggalkan Taiwan sebelum serangan terjadi.

Penyelidikan sedang berlangsung untuk memahami apa motif Liu melakukan serangan dan apakah ia memiliki kaki tangan, kata kepolisian.

Menurut kejaksaan, sebagai warga Hong Kong, Liu tidak memiliki tempat tinggal tetap di Taiwan dan ia mungkin menyerang Yaita atas perintah orang lain. Tanpa penahanan, tersangka kemungkinan akan menghancurkan barang bukti dan bersekongkol dengan orang lain untuk memberikan kesaksian palsu.

Yaita, warga negara Jepang dan mantan jurnalis yang memegang kewarganegaraan Republik Tiongkok (Taiwan), diundang Spring Rain Foundation untuk berbicara di sebuah lokakarya yang diadakan di Tempus Hotel. Penyerangan terjadi setelah acara tersebut.

Pada Selasa, Yaita mengatakan ia tidak akan dibungkam oleh serangan itu.

"Saya akan terus, dengan akal sehat dan keteguhan hati, menyuarakan kebebasan dan demokrasi Taiwan, serta mempromosikan persahabatan Taiwan-Jepang seperti yang selalu saya lakukan," katanya.

Ia mendesak otoritas Taiwan untuk menyelidiki apakah serangan tersebut melibatkan penindasan politik dan apakah ada kaitannya dengan Undang-Undang Promosi Persatuan dan Kemajuan Etnis yang baru-baru ini diterapkan oleh Tiongkok.

Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), yang bertanggung jawab atas urusan Taiwan dengan Tiongkok, menggambarkan serangan itu sebagai "kasus pertama represi transnasional" di Taiwan sejak undang-undang tersebut disahkan.

MAC mengatakan pemerintah tidak akan menganggap enteng kasus ini dan akan menghukum pelaku dengan tegas.

Namun, kejaksaan belum mengungkapkan rincian tentang serangan tersebut, dan latar belakang serta motif Liu masih belum jelas.

Sejauh ini, belum ada bukti yang diajukan mengenai motifnya atau bagaimana tindakannya terkait dengan undang-undang persatuan Tiongkok, menurut kejaksaan.

(Oleh Su Mu-chun, Frances Huang, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.