Taipei, 4 Jan. (CNA) Kantor Kepresidenan pada Jumat (2/1) mengumumkan penunjukan mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁) sebagai presiden Academia Sinica berikutnya, yang akan menjabat selama lima tahun mulai 21 Juni 2026 hingga 20 Juni 2031.
Chen akan menggantikan James C. Liao (廖俊智), yang masa jabatannya berakhir pada bulan Juni.
Pengumuman ini menyusul pertemuan terbaru Dewan Academia Sinica, yang memilih tiga kandidat teratas dan menyerahkan nama-nama mereka kepada Presiden Lai Ching-te (賴清德) untuk dipilih secara final.
Chen merupakan lulusan Departemen Ilmu dan Teknologi Peternakan National Taiwan University (NTU) dan kemudian meraih gelar doktor dari Johns Hopkins University di Amerika Serikat.
Ia pernah mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat NTU serta memegang berbagai posisi kepemimpinan di Academia Sinica, termasuk sebagai peneliti senior terkemuka di Pusat Penelitian Genomik sejak 2006 dan menjabat sebagai wakil presiden lembaga tersebut pada 2011–2015.
Bidang keahlian Chen meliputi epidemiologi, genetika manusia, kesehatan masyarakat, dan kedokteran pencegahan. Ia dikenal secara internasional atas penelitiannya mengenai penyakit kaki hitam dan keracunan arsenik kronis, serta kontribusinya dalam riset hepatitis B dan kanker hati yang memengaruhi pedoman klinis global.
Di luar dunia akademis, Chen telah memegang beberapa jabatan, termasuk kepala Dewan Sains dan Teknologi Nasional dan kepala Departemen Kesehatan, yang kemudian ditingkatkan menjadi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan. Ia juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Taiwan dari 2016 hingga 2020 dan sebagai perdana menteri dari 2023 hingga 2024.
Didirikan pada 1928, Academia Sinica dikenal sebagai lembaga akademik nasional tertinggi di Taiwan. Saat ini, lembaga tersebut memiliki 24 institut dan sembilan pusat penelitian yang tersebar dalam tiga divisi penelitian, yakni Divisi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Divisi Ilmu Hayati, serta Divisi Ilmu Sosial dan Humaniora.
Selesai/IF