Pusat pemantauan lalu lintas kapal untuk ladang angin lepas pantai diresmikan

05/01/2026 15:20(Diperbaharui 05/01/2026 15:20)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perdana Menteri Cho Jong-tai (keenam dari kanan) dan Menteri Perhubungan Chen Shih-kai (kelima dari kiri) menghadiri upacara peresmian Pusat Layanan Lalu Lintas Kapal Jalur Ladang Angin Lepas Pantai pada hari Sabtu. (Sumber Foto : CNA, 3 Januari 2026)
Perdana Menteri Cho Jong-tai (keenam dari kanan) dan Menteri Perhubungan Chen Shih-kai (kelima dari kiri) menghadiri upacara peresmian Pusat Layanan Lalu Lintas Kapal Jalur Ladang Angin Lepas Pantai pada hari Sabtu. (Sumber Foto : CNA, 3 Januari 2026)

Taichung, 5 Jan. (CNA) Pusat Layanan Lalu Lintas Kapal Jalur Ladang Angin Lepas Pantai (VTS) diresmikan pada Sabtu (3/1) di Pelabuhan Taichung untuk memperkuat keselamatan lalu lintas maritim di sekitar ladang angin lepas pantai, menurut Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC).

Berbicara pada upacara peresmian, Menteri Transportasi Chen Shih-kai (陳世凱) mengatakan bahwa seiring Taiwan mempercepat pengembangan energi angin lepas pantai, negara ini juga harus memperluas kemampuan pemantauan lalu lintas maritimnya.

Chen mengatakan Taiwan memulai dari nol dalam pengembangan energi angin lepas pantai, namun kini telah menjadi salah satu dari lima pengembang teratas di dunia. Ia juga menekankan perlunya peningkatan berkelanjutan dalam pemantauan lalu lintas kapal.

Chen menambahkan bahwa kecerdasan buatan akan digunakan di pusat tersebut di masa depan untuk secara otomatis mendeteksi anomali lalu lintas maritim, membantu melindungi kapal maupun turbin angin.

Yeh Hsieh-lung (葉協隆), kepala Biro Kelautan dan Pelabuhan, mengatakan peresmian pusat VTS telah memperluas area pemantauan dari 673 kilometer persegi menjadi sekitar 4.000 kilometer persegi.

Yeh mengatakan pusat tersebut akan melacak pergerakan kapal secara waktu nyata, berkomunikasi langsung dengan kapal melalui radio dan sistem identifikasi otomatis (AIS), berfungsi sebagai platform koordinasi untuk kapal niaga dan kapal nelayan, serta mengeluarkan peringatan otomatis ketika aktivitas tidak biasa terdeteksi.

Untuk meningkatkan ketahanan operasional, fasilitas ini dilengkapi dengan sistem catu daya tanpa gangguan dan sistem jaringan ganda, serta telah menyelesaikan integrasi dengan sistem pemantauan ladang angin lepas pantai utama di Kabupaten Changhua yang berdekatan, kata Yeh.

Ia menambahkan bahwa pembangunan empat stasiun radar yang terhubung ke pusat ini dijadwalkan selesai pada tahun 2027, saat mereka akan beroperasi penuh.

Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), yang juga menghadiri upacara tersebut, mengatakan pusat baru ini, bersama dengan pengembangan ladang angin lepas pantai yang sedang berlangsung di Taiwan, akan membantu negara memenuhi standar internasional.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Cho mengatakan pusat ini menandai tonggak baru dalam manajemen energi, tata kelola cerdas, dan keselamatan maritim Taiwan, dengan mencatat bahwa sekitar 30.000 kapal melewati area ladang angin lepas pantai di Changhua setiap tahunnya, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama.

Menurut Cho, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Taiwan mencapai 3,5 gigawatt pada akhir tahun 2025.

(Oleh Chao Li-yen, Frances Huang, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.