Taipei, 5 Jan. (CNA) Seorang pria Keelung telah dijatuhi hukuman dua bulan penjara karena menelepon saluran layanan kota dan mengancam akan membunuh Wali Kota Hsieh Kuo-liang (謝國樑) terkait masalah pasokan air ke rumahnya yang belum terselesaikan.
Dalam putusan terbaru, Pengadilan Distrik Keelung menyatakan bahwa pria bermarga Chang (張) menelepon saluran 1999 pada pukul 7 pagi tanggal 14 Maret tahun lalu setelah merasa frustrasi dengan masalah pasokan air yang terus berlanjut.
Setelah terhubung dengan perwakilan saluran, Chang mengancam Hsieh secara langsung, lalu memperingatkan: "Jika kamu datang menggangguku lagi di tempat tinggalku, aku akan pergi ke Balai Kota Keelung dan mulai membunuh orang. Kalau kamu berani, kamu bisa menuntutku."
Petugas segera memberitahu polisi, sementara Chang, yang kemudian dipanggil untuk diinterogasi, mengakui telah mengancam wali kota.
Sementara itu, Hsieh mengatakan kepada kejaksaan bahwa ia telah diberitahu tentang ancaman tersebut, namun tidak mengetahui detailnya dan tidak merasa takut karenanya.
Atas dasar itu, Chang didakwa membahayakan keselamatan publik dengan menimbulkan ketakutan akan cedera pada masyarakat -- bukan karena membahayakan Hsieh secara khusus -- berdasarkan Pasal 151 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa meskipun Chang membuat ancaman dengan kesadaran penuh atas tindakannya, ia juga menderita disabilitas fisik, yang kesulitannya dapat berkontribusi pada kurangnya pengendalian diri.
Pengadilan menjatuhkan hukuman dua bulan penjara kepada Chang, yang dapat diganti dengan denda sebesar NT$60.000 (Rp32,4 juta) -- jauh lebih ringan dari hukuman maksimal dua tahun penjara yang diizinkan oleh hukum.
Putusan ini dapat diajukan banding.
Selesai/ja