Taipei, 2 Apr. (CNA) Militer Taiwan hari Rabu (2/4) mengatakan bahwa mereka mengamati Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok melakukan latihan tembakan langsung di Laut China Timur pada hari kedua latihan militer PLA yang dimulai hari Selasa.
Letnan Jenderal Hsieh Jih-sheng (謝日升), kepala Kantor Wakil Kepala Staf Umum untuk Intelijen Kementerian Pertahanan Nasional (MND), mengatakan latihan tembakan langsung dilakukan di Laut China Timur di sebuah zona tertutup berukuran 270 kilometer (km) kali 40 km.
Pada Selasa malam, pihak Tiongkok mendeklarasikan area tersebut sebagai zona larangan terbang dan zona larangan memancing.
Pihak Tiongkok mencabut zona larangan terbang setelah menyelesaikan latihan tembakan langsung pada Rabu pagi, kata Hsieh.
Jenderal bintang dua itu menambahkan bahwa pasukan bersenjata Taiwan masih mengumpulkan informasi tentang jenis rudal dan/atau roket apa yang diluncurkan Tiongkok selama latihan tembakan langsung.
Selain di Laut China Timur yang berjarak sekitar 400 km dari Taiwan, Hsieh mengatakan angkatan bersenjata tidak mengamati pasukan PLA melakukan latihan tembakan langsung di daerah sekitar Taiwan pada Rabu.
Komando Palagan Timur PLA pertama kali mengumumkan dimulainya latihan bersama di sekitar Taiwan, sebagai "Peringatan keras" kepada kekuatan separatis "Kemerdekaan Taiwan" pada Selasa pagi.
Pada Rabu pagi, komando itu, yang memiliki yurisdiksi atas Laut China Timur dan Selat Taiwan, lebih lanjut mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan latihan "Strait Thunder-2025A" di bagian-bagian Selat Taiwan.
Komando kemudian mempublikasikan video yang dikatakan sebagai latihan tembak langsung di Laut China Timur yang menunjukkan roket, bukan rudal balistik.
"Latihan melibatkan serangan presisi pada target simulasi pelabuhan dan fasilitas energi kunci, dan telah mencapai efek yang diinginkan," kata komando tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Hsieh mengatakan militer Taiwan tetap dalam kewaspadaan tinggi dan melakukan latihan respons darurat untuk memantau pengerahan PLA "Tanpa memandang apa nama latihan PLA."
Hingga Rabu sore, Hsieh mengatakan MND telah mendeteksi 13 kapal angkatan laut PLA, sepuluh kapal penjaga pantai, dan 27 pesawat militer, beroperasi di sekitar Taiwan. Dari 27 tersebut, sebelas melewati garis tengah Selat Taiwan.
Di sebelah timur, Hsieh mengatakan militer telah mengidentifikasi armada kapal angkatan laut delapan kapal yang dipimpin kapal induk Shandong beroperasi di Samudra Pasifik, sekitar 190 mil laut tenggara dari Tanjung Eluanbi di Taiwan selatan, kata Hsieh.
Selesai/JA