New Taipei, 18 Mar. (CNA) Latihan tanggapan langsung pertama Taiwan memasuki hari kedua pada Selasa (18/3), dengan Angkatan Darat menyimulasikan pertempuran antipendaratan untuk mencegah pasukan Tiongkok mencapai Taipei, ibu kota sekaligus pusat ekonomi dan politik utama negara.
Dengan bantuan kendaraan amfibi M3, Grup Teknisi ke-53 Angkatan Darat mengerahkan tong minyak dan platform terapung sebagai rintangan di perairan Tamsui di New Taipei dalam skenario yang menyimulasikan kapal laut dan kapal bantalan udara pendaratan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok mendekati pantai.
Pasukan menciptakan dua jenis rintangan, dengan jenis pertama terdiri dari platform terapung, TNT, dan tong minyak. Setelah diledakkan, TNT bisa menghancurkan atau membalikkan kapal PLA.
Rintangan ini ditempatkan di muara Sungai Tamsui untuk menargetkan kapal musuh yang mencoba memasuki sungai.
Jenis rintangan kedua, yang dikerahkan lebih jauh ke hulu, adalah kombinasi platform terapung, ranjau air, dan rintangan antitank, yang dimaksudkan untuk melumpuhkan kapal musuh yang mendekat.
Komando Area Guandu Angkatan Darat telah menyimpan kendaraan amfibi dan komponen untuk membuat rintangan untuk memastikan mereka dapat dikerahkan dengan cepat saat dibutuhkan, seorang sumber mengatakan kepada CNA.
Saat rintangan sedang ditempatkan, sebuah helikopter Apache AH-64E Angkatan Darat terbang di atas Sungai Tamsui.
Helikopter tersebut terbang kembali ke Tamsui setelah menyelesaikan misi pengintaian di Distrik Bali terdekat dan melaporkan ke pusat komando darat, menurut sumber tersebut.
Sementara itu, berbagai jenis tank dan kendaraan lapis baja bergerak ke posisi strategis mereka yang ditentukan di Bali setelah menerima perintah dari pusat komando.
Kendaraan yang dimobilisasi untuk latihan tersebut termasuk tank CM11 serta kendaraan lapis baja CM33 dan CM34.
Latihan lima hari ini adalah yang pertama dari jenisnya dan dilakukan berdasarkan penilaian bahwa PLA bisa secara tak terduga memutar latihan militer atau aktivitas "zona abu-abu" -- tindakan provokatif atau agresif yang belum sampai konflik terbuka -- dekat Taiwan menjadi serangan nyata, sumber militer mengatakan kepada media lokal pada 12 Maret.
Selesai/ML