Taipei, 5 Maret (CNA) Pemerintah berencana untuk mengadakan latihan skala kecil di Tainan pada 27 Maret untuk menilai kesiapan pertahanan sipil dan pencegahan bencana Taiwan, menurut seorang pejabat keamanan nasional.
Pejabat yang enggan disebut namanya itu mengatakan bahwa latihan yang direncanakan akan ditujukan untuk menguji kemampuan warga sipil untuk menemukan tempat perlindungan serangan udara dan perlindungan lainnya dalam situasi darurat.
Latihan yang direncanakan tersebut juga akan melibatkan proses mengenalkan masyarakat dengan kebijakan pemerintah tentang pertahanan sipil dan membantu masyarakat mempersiapkan perlengkapan darurat dan alat lainnya, kata pejabat tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Menurut pejabat tersebut, latihan yang direncanakan bertujuan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan untuk merespons konflik berintensitas tinggi, bencana alam, dan skenario mendesak lainnya.
Ini akan membangun latihan meja (tabletop) tanpa skrip tahun lalu di Kantor Kepresidenan, di mana para pejabat dan para ahli mensimulasikan respons terhadap "Operasi zona abu-abu" -- tindakan paksaan yang tidak melibatkan konflik bersenjata -- dan keadaan darurat di mana Taiwan berada di "Ambang konflik" dengan Tiongkok.
Upaya semacam itu diluncurkan di bawah Komite Ketahanan Pertahanan Rakyat Semesta, sebuah kelompok penasihat yang didirikan oleh Kantor Kepresidenan.
Komite tersebut berjanji untuk meningkatkan ketahanan Taiwan dengan melatih pasukan sipil, mengamankan pasokan strategis dan kritis, memperkuat energi dan infrastruktur kunci, dan memastikan operasi berkelanjutan dari fasilitas medis, transportasi, informasi dan keuangan.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa setelah latihan Tainan, pemerintah akan melanjutkan dengan Latihan Ketahanan Urban dari April hingga Juli, yang menggabungkan latihan serangan udara Wan An dan latihan respons bencana Min An.
Seri latihan akan berakhir dengan latihan tahunan militer Han Kuang, kata pejabat tersebut.
Selesai/JA