Kuala Lumpur, 31 Juli (CNA) Lebih dari 100 pelajar Malaysia yang menerima beasiswa dari Taiwan untuk belajar di sana menghadiri pengarahan pra-keberangkatan di Kuala Lumpur baru-baru ini, menampilkan Taiwan sebagai tujuan pendidikan terbaru yang diminati di antara pelajar non-Tionghoa dari negara Asia Tenggara tersebut.
Tahun ini, 96 pelajar dari Malaysia menerima Beasiswa Huayu Enrichment dari Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan untuk belajar bahasa Mandarin di berbagai pusat bahasa di universitas-universitas di Taiwan.
MOE juga memberikan Beasiswa Taiwan kepada 37 penerima yang ingin melanjutkan studi pascasarjana.
Selain itu, Dana Kerja Sama dan Pengembangan Internasional Taiwan (ICDF) juga memberikan beasiswa kepada empat individu untuk mengikuti program pascasarjana berbahasa Inggris di Taiwan.
Menurut Divisi Pendidikan Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei (TECO) di Malaysia, 137 merupakan jumlah beasiswa terbanyak yang diberikan kepada pelajar Malaysia dalam satu tahun.
Selain itu, dari 137 pelajar tersebut, 95 di antaranya adalah Melayu atau India, sementara 42 sisanya adalah etnis Tionghoa Malaysia.
Pada pengarahan yang diadakan di Sekolah Menengah Kuen Cheng Kuala Lumpur, beberapa peserta berbicara kepada CNA tentang alasan mereka memilih Taiwan.
Darshini Murugan, yang berasal dari keturunan India, mengatakan bahwa ia memilih Taiwan untuk belajar bahasa Mandarin karena negara tersebut menyediakan lingkungan pembelajaran bahasa yang positif.
Nurul Amirah Syahirah, yang merupakan orang Melayu, mengatakan ia memilih Taiwan untuk melanjutkan studi magister setelah mengetahui bahwa program psikologi di Taiwan memiliki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan di negaranya sendiri.
Faktor lain yang berkontribusi adalah kebebasan beragama di Taiwan, katanya.
Sebagai seorang Muslim yang taat, Nurul menjelaskan bahwa ia mengetahui adanya masjid di Taiwan, beserta semakin banyaknya pilihan makanan yang ramah halal.
Sementara itu, pelajar Melayu lainnya, Dhiya Amyra Abdul Razak, mengatakan ia memiliki kenangan indah dari perjalanannya ke Taipei dan Kaohsiung tahun lalu, sebelum berangkat ke Feng Chia University di Taichung untuk mengikuti program bahasa Mandarin selama tiga bulan.
Selain kualitas akademik dan kebebasan beragama di Taiwan, industri teknologi Taiwan juga menjadi daya tarik lain bagi pelajar Malaysia.
Mahasiswa teknik dan ilmu komputer Wong Zyi Kit (王梓杰) mengatakan ia tertarik ke Taiwan karena percaya bahwa negara tersebut memiliki sekolah terbaik untuk mengejar masa depan di industri semikonduktor.
Sebagai pria keturunan Tionghoa, Wong juga menantikan pengalaman menikmati makanan dan budaya yang sudah akrab namun dengan perbedaan halus dari yang ia alami selama tumbuh besar.
Karena hubungan sejarah bahasa dan budaya, sebagian besar pelajar Malaysia yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di Taiwan di masa lalu adalah keturunan Tionghoa.
Dengan sekitar 70 persen penerima tahun ini berasal dari dua etnis non-Tionghoa di Malaysia, TECO mengatakan bahwa statistik terbaru ini menunjukkan Taiwan sebagai tujuan baru bagi pelajar Malaysia non-Tionghoa untuk belajar di luar negeri, baik untuk belajar bahasa Mandarin maupun mengejar gelar.