Program relawan pengajar bahasa Inggris diaspora Taiwan telah berakhir

30/07/2026 14:20(Diperbaharui 30/07/2026 14:20)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 30 Juli (CNA) Sebuah upacara penutupan diadakan di Taipei hari Kamis (30/7) untuk sebuah program relawan yang menempatkan 406 guru bahasa Inggris berusia 17-24 tahun dari diaspora luar negeri Taiwan di 66 sekolah di 15 kota dan kabupaten di seluruh negeri.

Berlangsung dari 4-31 Juli, "English Teaching Volunteer Service Program for Overseas Youth 2026" merekrut peserta yang memenuhi syarat dan fasih berbahasa Inggris dengan kemampuan dasar bahasa Mandarin untuk mengajar selama dua pekan di sekolah dasar dan menengah pertama, termasuk beberapa di daerah terpencil, menurut penyelenggara utamanya, Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC).

Para relawan, yang berasal dari 20 negara, menjalani program pelatihan selama satu minggu di Taipei Medical University sebelum memulai pengajaran.

Berbicara dalam upacara tersebut, Chung Yao-an (鐘耀安), salah satu peserta, berterima kasih kepada OCAC karena telah memberinya kesempatan untuk mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak muda Taiwan.

"Selama beberapa minggu terakhir, saya sibuk mempersiapkan kelas, memikirkan hal-hal baru yang bisa dilakukan untuk anak-anak setiap hari. Sangat melelahkan tetapi juga sangat bermanfaat," katanya.

Ia mengatakan ia belajar bagaimana mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak kecil dan bagaimana bersikap lembut kepada mereka dengan menggunakan dorongan selama proses berlangsung.

"Ada banyak saat di mana saya hanya ingin menyuruh mereka diam, tapi saya hanya berkata: 'Tolong tenang.'"

Chung mengatakan pengalaman mengajar tersebut sangat memuaskan, dan menambahkan bahwa ia percaya dirinya dan para muridnya telah menjadi pribadi yang lebih baik.

Relawan lain, Peng Hao-en (彭浩恩), mengatakan beberapa kenangan terbaiknya tidak hanya mengajar tetapi juga memanggang bersama mereka.

"Kami banyak belajar satu sama lain, tidak hanya melalui pengajaran bahasa Inggris tetapi juga dengan berbagi budaya yang berbeda," katanya.

Ia mengatakan ia dan murid-muridnya sama-sama menangis ketika mereka memintanya menandatangani pakaian mereka sebagai kenang-kenangan musim panas setelah program berakhir.

Dalam sambutannya, Menteri OCAC Hsu Chia-ching (徐佳青) berterima kasih kepada para relawan muda atas pengabdian mereka. Ia menyampaikan harapan terbaiknya kepada mereka semua, karena banyak dari mereka akan segera bersiap untuk mendaftar ke universitas setelah kembali ke negara asal masing-masing.

Menurut OCAC, sejak program ini diluncurkan pada tahun 2006, lebih dari 7.000 pemuda luar negeri telah datang ke Taiwan untuk mengajar bahasa Inggris dan melakukan pertukaran budaya, menjangkau lebih dari 50.000 siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

(Oleh Joseph Yeh dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.