Taipei, 19 Apr. (CNA) Seorang pria berusia 41 tahun bermarga Liu (劉) dari Kabupaten Miaoli berjalan masuk ke Kuil Baishatun Gongtian, menjelang ziarah tahunan Dewi Laut Mazu, setelah menjalani rehabilitasi selama beberapa bulan untuk memulihkan diri dari stroke yang dialaminya awal tahun ini.
Dengan bantuan staf dari Panti Jompo Nanshi di Kota Miaoli dan alat bantu jalan, Liu melangkah ke aula utama kuil Mazu pada 27 Maret, demikian disampaikan pihak panti jompo dalam siaran pers pada Jumat (17/4).
Staf perawat yang dikutip dalam rilis tersebut mengenang bahwa Liu tampak sangat emosional saat ia meletakkan alat bantu jalannya dan menyatukan kedua telapak tangannya untuk berdoa di dalam kuil. "Sepertinya ia sedang merenungkan perjalanan pemulihannya dari sakit hingga bisa berdiri sendiri lagi."
Momen itu mengharukan baik bagi sesama umat maupun para pengasuh Liu, demikian pernyataan tersebut.
Menurut panti jompo, Liu, yang berasal dari Kecamatan Tongxiao, Miaoli, selalu mengikuti ziarah Mazu Baishatun setiap tahun hingga ia terkena stroke pada pertengahan November tahun lalu. Setelah itu, ia harus berbaring di tempat tidur, yang membuatnya harus dirawat di fasilitas tersebut pada bulan Januari.
Awalnya Liu merasa sangat frustrasi di fasilitas itu, namun dengan kebersamaan dan perawatan yang diberikan, Liu perlahan keluar dari situasi sulitnya.
Setelah bertanya apakah ia masih bisa "mempersembahkan dupa di hadapan Mazu lagi," ia mendapat dukungan dari tim panti jompo, yang kemudian memulai "proyek pemenuhan impian" untuk membantunya kembali pada keyakinannya.
Menjelang ziarah Baishatun Mazu, salah satu acara keagamaan terbesar di Taiwan, Liu berlatih berjalan setiap hari dengan alat bantu jalan, menahan rasa sakit fisik akibat rehabilitasi, kata pihak panti jompo.
Dalam kasus Liu, fasilitas tersebut mengatakan bahwa "proyek pemenuhan impian" bukan hanya tentang mewujudkan keinginan, tetapi juga merupakan bagian penting dari rehabilitasi pasien, dengan menggunakan motivasi psikologis untuk mendukung pemulihannya.
Prosesi Mazu Mulai Kembali Setelah Ritual Utama
Ziarah Baishatun Mazu berangkat pada Senin pagi dari Tongxiao, tempat Kuil Gongtian berada, dengan rekor 460.000 umat yang bergabung dalam prosesi delapan hari menuju Kuil Chaotian, kuil Mazu lainnya, di Kecamatan Beigang, Kabupaten Yunlin.
Pada hari Kamis, ratusan ribu peziarah mengawal prosesi ini saat tiba di Kuil Chaotian, di mana tandu Mazu menyelesaikan ritual yang disebut "pengambilan api" (刈火) pada malam hari. Prosesi kemudian memulai perjalanan pulang pada dini hari Jumat.
"Pengambilan api," yang juga dikenal sebagai "menerima api" atau "meminta api," adalah ritual penting dalam tradisi ziarah di Taiwan. Ritual ini melambangkan penyaluran api dupa dari kuil leluhur (kuil induk) ke kuil afiliasi (kuil cabang), serta pengisian kembali kekuatan spiritual dewa (sering diibaratkan sebagai "mengisi ulang").
Para peziarah Baishatun Mazu dijadwalkan kembali ke Kuil Gongtian pada hari Senin.
Ziarah Baishatun dikenal karena tidak memiliki rute tetap, dengan arah dan pemberhentian yang diyakini dipandu oleh kehendak dewa melalui gerakan tandu.
Selesai/ja